Rupiah Menguat ke Rp17.653 Usai BI Kerek Suku Bunga Acuan

4 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.654 per dolar AS pada perdagangan Rabu (20/5). Mata uang Garuda menguat 52 poin atau 0,29 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mata uang Asia kompak menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,11 persen, peso Filipina menguat 0,05 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,10 persen, dan dolar Singapura naik 0,09 persen.

Penguatan juga terjadi pada yen Jepang yang naik 0,02 persen, won Korea Selatan menguat 0,10 persen, serta dolar Hong Kong terapresiasi 0,01 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mata uang utama negara maju juga bergerak beragam terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,14 persen, poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, sedangkan dolar Australia menguat 0,04 persen. Dolar Kanada terkoreksi 0,18 persen dan franc Swiss turun 0,19 persen.

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama perang AS-Israel melawan Iran yang berdampak pada terganggunya pasokan minyak global.

"Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat, meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia menambahkan pasar juga mengkhawatirkan dampak inflasi dari kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi mendorong bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan.

"Pasar tetap waspada terhadap dampak inflasi dari perang Iran dalam beberapa minggu terakhir, seiring harga minyak mentah yang lebih tinggi telah mendorong inflasi lebih tinggi di seluruh ekonomi utama," ujarnya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut pasar merespons positif pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen juga dinilai membantu menopang pergerakan rupiah.

"Keputusan ini, menurut BI, dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi," tuturnya.

Ia memperkirakan rupiah pada perdagangan Kamis (21/5) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |