PDIP Respons Prabowo Hormati Sikap Megawati Tetap Jadi Oposisi

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Aria Bima angkat suara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang blak-blakan soal suasana kebatinannya terhadap PDIP yang memilih tetap berada di luar pemerintah.

Bimo, sapaan akrabnya, menyebut sikap PDIP yang disinggung Prabowo sebagai kritik dalam bentuk check and balances. Menurut dia, sikap tersebut bagian dari pembelaan terhadap pemerintah dengan cara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang disampaikan Pak Prabowo tadi sebenarnya marwah PDI Perjuangan adalah kata lain kritis di dalam konteks check and balances itu juga membela pemerintah. Tetapi dengan cara yang benar," kata Bimo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Menurut dia, membela dengan cara yang benar adalah sesuai konstitusi, ideologi, dan didasarkan pada kepentingan rakyat. Bimo bilang, tiga indikator itulah yang akan terus digunakan PDIP untuk mengawal dan mengawasi pemerintah.

"Ini saya kira yang yang yang hari ini dipertegas oleh Pak Prabowo, dan Pak Prabowo menyadari akhirnya penting juga marwah reformasi adanya partai politik atau adanya fraksi di DPR ini yang tidak masuk dalam lingkaran pemerintah," katanya.

Bimo menilai sikap untuk tetap berada di luar pemerintah juga merupakan tradisi penting dalam demokrasi. Menurut dia, partai harus berani mengambil sikap itu jika calon yang mereka usung kalah dalam kontestasi politik.

Menurut Bimo, sikap itulah yang selama ini dilakukan PDIP. Bukan hanya kepada Prabowo, namun juga terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya.

"Karena PDI misalnya pernah dua kali di dalam pemerintahan begitu ya. Dua kali di zaman Pak SBY misalnya di luar pemerintahan. Apapun parlemen ini butuh kekuatan kritis yang eksis," katanya.

Prabowo menutup pidato 1 jam 40 menitnya di Paripurna DPR dengan menyinggung posisi PDIP sebagai satu-satunya partai di luar pemerintah. Dengan nada kelakar, dia mengaku ingin seluruh partai politik bergabung dalam koalisi pemerintahannya. Namun, ia menilai kondisi itu dinilai tidak baik bagi keberlangsungan demokrasi.

Prabowo menyebut demokrasi tetap membutuhkan oposisi guna menjaga check and balances dalam roda pemerintahan.

"Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah saya mengerti itu, sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDIP," kata Prabowo dalam pidato di rapat paripurna DPR, Jakarta, Rabu (20/5).

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |