BMKG Cabut Peringatan Tsunami Pasca Gempa Filipina

13 hours ago 38

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menyatakan peringatan tsunami peringatan dini tsunami pascagempa bumi di Mindanao, Filipina telah berakhir.

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB ini  telah berdampak tsunami di sebagian wilayah Indonesia.

Peringatan tsunami dicabut setelah memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 10:15:51 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta.

Faisal, menjelaskan bahwa gempa bumi Filipina dan Sulut ini terjadi pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 km.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Data BMKG tsunami terjadi di sembilan wilayah RI, dengan ketinggian maksimal mencapai 0,75 meter. 

BMKG sebelumnya juga mengakhiri peringatan tsunami di Kabupaten Gorontalo Utara setelah otoritas terkait mencabut status waspada yang diberlakukan pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 di laut Sulawesi.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh Tahir Laendeng mengatakan masyarakat yang sebelumnya melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah kawasan dataran tinggi akibat gempa bumi yang memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia itu, kini diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah berakhir. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sudah bisa kembali ke rumah masing-masing," kata Tahir di Gorontalo, Senin (8/6).

Sebelumnya, BPBD bersama instansi terkait melakukan pemantauan intensif di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara setelah menerima informasi potensi tsunami akibat gempa tersebut.

Tahir mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik, termasuk di wilayah Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Ponelo Kepulauan. Namun, kenaikan tersebut tidak signifikan dan tidak sampai berdampak pada pemukiman warga.

"Memang ada beberapa titik yang sudah mulai ada perkembangan naik airnya, tetapi tidak signifikan. Kenaikannya masih bisa diantisipasi masyarakat dan belum berdampak ke pemukiman," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan muka air lebih banyak terpantau di kawasan muara dan sungai yang terhubung dengan laut. Kondisi tersebut terjadi setelah air laut sempat mengalami penyurutan sebelum kembali naik.

"Air laut yang awalnya surut, kemudian naik kembali, tetapi kenaikannya tidak signifikan. Paling sekitar 0,27 meter," katanya.

Meski tidak menimbulkan dampak yang berarti, BPBD saat itu tetap mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan kawasan pantai untuk melakukan pengungsian sementara ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu perkembangan informasi resmi.

Warga pun mengikuti arahan petugas dengan melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah kawasan dataran tinggi di Gorontalo Utara.

Hingga status peringatan tsunami dicabut, BPBD tidak menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat kenaikan muka air laut tersebut.

Petugas BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang sejak pagi melakukan pemantauan serta pengamanan di sejumlah titik pesisir juga tetap bersiaga hingga peringatan tsunami resmi berakhir.

BPBD Provinsi Gorontalo mengapresiasi respons cepat masyarakat yang mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung, sehingga situasi dapat terkendali dengan baik.

Meski kondisi telah dinyatakan aman, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga kebencanaan terkait.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |