Sinkronisasi Data Jadi Dasar Penyaluran Bantuan Pemerintah

6 hours ago 6
SOLOK/SOLSEL

RAPAT KOORDINASI— Pemkab Solok Selatan terus mendorong pendataan hingga sinkronisasi data penduduk oleh jorong dan nagari saat dilakukan Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Data di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/5).

PADANG ARO, METROPemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendorong pendataan hingga sinkronisasi data penduduk oleh jorong dan nagari. Pasalnya data yang disampaikan dari pemerintahan terdekat dengan ma­sya­rakat ini akan menjadi dasar dalam penyaluran berbagai bantuan dan pe­rencanaan pemerintah. Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas dalam Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Data di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/5).

“Kegiatan verifikasi da­ta penerima manfaat, eva­luasi, serta sinkronisasi data yang kita laksanakan hari ini memiliki arti yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah, khu­­susnya dalam memastikan bahwa seluruh program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” kata Khairunas.

Ketersediaan data yang valid, menurutnya, menjadi dasar pemerintah untuk mengupayakan pe­ning­ka­tan kesejahteraan ma­sya­rakat melalui ber­bagai program prioritas. Terutama beberapa program yang sedang berjalan saat ini, seperti program bantuan pasang baru listrik dan pe­nguatan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Dalam meningkatkan sinkronisasi data antara data riil lapangan dan data yang dimiliki saat ini, pemerintah kabupaten me­ngembangkan Sistem Informasi Masyarakat Solok Selatan Berbasis Integrasi Data dan Informasi atau SIMSALABIM.

Sistem ini nantinya a­kan menjadi basis data terpadu yang dapat digu­na­kan oleh seluruh perang­kat daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan. Sehingga ke depan diharapkan tidak akan terjadi duplikasi data/data ganda, pelaksanaan program yang menyasar sesuai dengan kondisi ma­syarakat, hingga terintegrasinya data antar sektor dan perangkat daerah.

“Saya menegaskan bah­­wa validnya data ada­lah pondasi utama dalam setiap kebijakan publik. Tanpa data yang akurat, maka kebijakan yang kita ambil berpotensi tidak e­fektif, bahkan dapat menimbulkan ketimpangan,” tegasnya.

Untuk itu, semua pihak mulai dari jorong, nagari, kecamatan, dan kabupaten harus aktif melaksanakan proses verifikasi dan sin­kronisasi ini dengan penuh tanggung jawab, objektif, serta menjunjung tinggi integritas. “Kita ingin memastikan bahwa seluruh program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sebab, dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan, akan tercipta data yang berkualitas dan kebijakan yang tepat sasaran. Sehingga tercapai tujuan besar dalam me­ning­katkan kesejahteraan ma­syarakat. (jef)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |