Temui Menteri KKP, Mahyeldi Dorong Penguatan Ekonomi Biru untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Sumbar

15 hours ago 7

Beranda METRO SUMBAR Temui Menteri KKP, Mahyeldi Dorong Penguatan Ekonomi Biru untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Sumbar

METRO SUMBAR

TEMUI MENTERI KKP— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat menemui Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, dalam pertemuan di Jakarta, Senin (18/5).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memaparkan sejumlah rencana strategis pengembangan sektor kelautan dan perikanan Sumbar kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, dalam pertemuan di Jakarta, Senin (18/5).  Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar memperkuat pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan ma­sya­rakat pesisir. Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang perlu dikelola secara optimal dengan tetap menjaga keseimbangan ekologi. Karena itu, Pemprov Sumbar mendorong pe­ngem­bangan sektor tersebut melalui pendekatan ekonomi biru yang selaras dengan program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masya­ra­kat.

“Kita ingin potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat ini dikelola secara berkelanjutan, sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masya­ra­kat, khususnya nelayan dan pembudidaya, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mahyeldi.

Dalam pertemuan ter­sebut, Mahyeldi menyampaikan empat program prioritas yang diusulkan Pemprov Sumbar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program pertama adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi ma­sya­rakat pesisir dari hulu hingga hilir.

Program kedua adalah pengembangan budidaya perikanan air tawar berbasis sistem bioflok yang diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelaya­nan­ Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Mahyeldi, integrasi tersebut penting untuk memastikan keter­se­diaan pasokan ikan seka­ligus membuka peluang ekonomi baru bagi masya­rakat. “Kita ingin program ini tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masya­ra­kat,” katanya.

Selanjutnya, Pemprov Sumbar juga mengusulkan pengembangan UPTD BPBALP Sungai Nipah dan Taluak Buo sebagai sentra produksi hatchery udang vaname untuk wilayah barat Sumatera. Mahyeldi menyebut rencana tersebut telah mendapat dukungan dari KKP melalui kerja sama dengan UPTD BPIU2K­­ Karangasem.

Selain itu, Pemprov Sum­­­bar turut mendorong optimalisasi pemanfaatan tujuh kawasan konservasi perairan di Sumbar sebagai kawasan wisata bahari berbasis konservasi yang te­tap mengedepankan kelestarian lingkungan. “Seluruh inisiatif ini kita integrasikan dengan pengelolaan kawasan konservasi agar keseimbangan ekologis tetap terjaga, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat dan kekayaan hayati laut tetap terlindungi untuk generasi mendatang,” tutur Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon mengatakan Menteri KKP memberikan dukungan terhadap berbagai program yang diusulkan Pemprov Sumbar, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi biru dan peningkatan produktivitas sektor perikanan.

Menurut Syefdinon, Men­teri KKP menilai program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penguatan ekosistem ekonomi kelautan dan perikanan secara terintegrasi. “Pak Menteri menyampaikan program ini akan memperkuat produksi perikanan tangkap yang ke depan tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi ju­ga diarahkan untuk ekspor melalui pemanfaatan Pelabuhan Samudra Bungus,” kata Syefdinon.

Ia menambahkan, Men­teri KKP juga meminta agar program budidaya bioflok segera direalisasikan, khususnya bagi usulan yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.

Selain itu, lanjut Syefdinon, Menteri KKP juga men­dorong penguatan sektor hulu melalui penyediaan induk ikan unggul, pembangunan pabrik pakan, serta pengembangan kerja sama dengan pihak ketiga agar biaya produksi lebih efisien dan keuntungan masyara­kat pembudidaya dapat me­ning­kat.

“Beliau juga meminta agar program ini menjadi program strategis bersama antara provinsi dan kabupaten/kota, dengan melibatkan lintas OPD, perguruan tinggi, dan seluruh stakeholder terkait agar arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sumbar semakin terintegrasi,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi Kepala Bappeda Sumbar, Zefnihan dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon. (fan)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |