FASI Sawahlunto Belajar ke Bogor, Puncak Polan Disiapkan Jadi Ikon Sport Tourism Baru

3 hours ago 6
STUDI TIRU—Pengurus Cabang Olahraga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Sawahlunto saat melaksanakan studi tiru ke destinasi wisata olahraga paralayang di kawasan Puncak, Cibinong, Kabupaten Bogor.

SAWAHLUNTO, METRO–Pengurus Cabang O­lahraga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Sawahlunto melaksanakan studi tiru ke destinasi wisata olahraga paralayang di kawasan Puncak, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Ja­wa Barat, pada 21 hingga 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menggali pengalaman serta praktik terbaik pengelolaan sport tourism berbasis olahraga dirgantara, khususnya parala­yang.

Fokus utama kunjungan adalah memperkuat rencana pengembangan kawasan Puncak Polan sebagai destinasi unggulan sport tourism di Kota Sa­wahlunto yang dinilai memiliki potensi besar dari sisi bentang alam dan daya tarik wisata.

Rombongan FASI Sa­wahlunto dipimpin oleh Ketua Pengcab FASI Sa­wahlunto, Hendri Elvin,SE yang juga merupakan Ang­gota DPRD Kota Sa­wahlunto. Turut hadir Pem­bina FASI, Jamhur, serta Anggota DPRD Kota Sawahlunto dari Fraksi Golkar, Beni Ricardo Rizal, S.IP. Kedatangan rombongan disambut oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor bersama Dinas Pariwisata Ka­bupaten Bogor. Dalam agenda tersebut, rombongan mendapatkan pemahaman langsung mualai dari pengelolaan arena paralayang, pembinaan atlet, hingga strategi pe­ngembangan wisata olah­raga yang terintegrasi de­ngan sektor pariwisata.

Safely Syarif, Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekraf Kabupaten Bogor me­nyam­paikan bahwa pe­ngem­bangan sport tourism memerlukan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan dam­pak ekonomi yang luas. “Pengembangan sport tourism tidak hanya berfokus pada olahraga semata, tetapi juga harus terintegrasi dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar destinasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ungkapnya.

Ketua Pengcab FASI Sawahlunto, Hendri Elvin, menegaskan bahwa studi tiru ini menjadi bekal pen­ting dalam merancang pe­ngembangan paralayang di Sawahlunto secara lebih terarah dan profesio­nal.

Menurutnya, Puncak Polan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus me­lahirkan atlet berprestasi. “Studi tiru ini menjadi langkah awal yang penting bagi kami. Kami ingin menjadikan Puncak Polan sebagai ikon sport tourism Kota Sawahlunto yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan e­konomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina FASI Sawahlunto, Jamhur, menekankan pentingnya sinergi antara olahraga, pariwisata, dan dukungan pemerintah daerah dalam membangun kawasan wisata olahraga yang berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan bahwa FASI Sawahlunto te­ngah fokus mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Dari total 12 medali yang diperebutkan pada cabang aerosport, pihak­nya menargetkan tiga me­dali emas. “Target ini realistis dengan persiapan yang maksimal. Pembelajaran dari daerah yang sudah maju seperti Bogor menjadi motivasi bagi kami untuk me­ning­katkan kualitas atlet dan penyelenggaraan,” ujar Jamhur.

Selain sebagai ajang pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antardaerah dalam pengembangan olahraga dirgantara.

Dengan adanya transfer pengetahuan dan pe­ngalaman dari Kabupaten Bogor, FASI Sawahlunto optimistis mampu menghadirkan inovasi dalam pengembangan parala­yang di Sumatera Barat. Ke depan, Puncak Polan diharapkan dapat tumbuh sebagai ikon baru sport tourism Kota Sawahlunto sekaligus menjadi pusat lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu meng­­harumkan nama da­erah di tingkat regional maupun nasional. (pin)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |