Cetak Sejarah di Austin!, Marco Bezzecchi Sapu Bersih Kemenangan Tiga Seri Awal MotoGP 2026

19 hours ago 24
Marco Bezzecchi

PEBALAP Aprilia Marco Bezzecchi cetak sejarah baru di ajang MotoGP se­telah menjuarai tiga seri pembuka musim 2026. Ca­tatan itu dipastikan usai kemenangan yang diraihnya pada Grand Prix A­merika Serikat yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada Senin (30/3).

Bezzecchi tampil impresif sejak awal hingga finis yang memperpanjang rekor kemenangannya men­jadi lima balapan be­runtun sejak GP Portugal musim lalu. Bezzecchi saat ini menjadi pebalap ketiga di era MotoGP sejak 2002 yang mampu meraih lima kemenangan berturut-turut, menyamai pencapaian legenda se­perti Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Selain itu, pebalap asal Italia itu juga mencatatkan 121 lap beruntun dengan berada di posisi terdepan sepanjang balapan, me­lampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo yang mencatatkan 101 lap pada 2015.

Dalam balapan di Austin, Bezzecchi memimpin finis 1-2 untuk Aprilia bersama rekan setimnya Jorge Martin. Pebalap berusia 27 tahun itu unggul 2,036 detik atas Martin, sedangkan posisi ketiga ditempati pebalap KTM Pedro Acosta dengan selisih 4,497 detik.

Bezzecchi memulai ba­lapan dari posisi keempat setelah terkena penalti dua grid akibat menghalangi Marc Marquez saat kualifikasi. Bezzecchi sempat membuntuti Acosta di awal lomba sebelum mengambil alih pimpinan di tiku­ngan ke-11 pada lap pertama.

Motor Bezzecchi dan Acosta sebenarnya sempat bersenggolan yang mengakibatkan bagian belakang motor RS-GP milik Bezzecchi mengalami ke­rusakan ringan. Meskipun demikian, Bezzecchi tetap tampil konsisten hingga akhir balapan.

Setelah merebut posisi terdepan, Bezzecchi tidak terkejar hingga garis finis. Bezzecchi bahkan sempat memperlebar jarak lebih dari satu detik dalam tujuh lap pertama dan terus men­jaga keunggulan hingga akhir lap. Pencapaian itu menjadikan Bezzecchi sebagai pebalap pertama yang mampu menyapu bersih tiga balapan awal musim, setelah terakhir kali dilakukan Marc Marquez pada 2014.

Menariknya, sebelum kemenangan itu, Bezzecchi belum pernah finis lebih baik dari posisi keenam di Circuit of the Americas (COTA). Saat ini, Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan keunggulan lima poin atas Martin setelah tiga seri.

“Saya sangat senang karena kemarin saya me­lakukan kesalahan, jadi penting untuk tampil baik hari ini,” ujar Bezzecchi yang sebelumnya gagal finis di posisi kedua pada sprint race akibat terjatuh. “Suasana di Texas luar biasa. Kemarin saya sangat kecewa, tetapi tim memberi dorongan ekstra untuk bangkit hari ini. Kami harus mempertahankan performa ini,” tambah Bezzecchi dikutip dari Fox Sports.

Sementara itu, Jorge Martin yang memulai momentum dengan kemena­ngan sprint race sehari sebelumnya berhasil merebut posisi kedua setelah Acosta melebar di tikungan pertama pada lap ke-14.

Meskipun demikian, A­costa tetap mampu mengamankan podium ketiga dan unggul cukup jauh dari pebalap Ducati Fabio Di Giannantonio yang finis pada posisi keempat meski me­mulai balapan dari pole position.

Sementara itu, Marc Marquez yang telah tujuh kali menang di Austin harus puas finis di posisi kelima. Marquez sempat turun ke posisi ke-11 setelah menjalani hukuman long-lap penalty akibat insiden de­ngan Di Giannantonio di sprint race. Namun, juara dunia bertahan itu mampu menyalip beberapa rival, termasuk rekan setimnya Francesco Bagnaia dan adiknya Alex Marquez di akhir.

MotoGP 2026 selanjutnya akan berlanjut ke seri keempat di Jerez, Spanyol, pada 24–26 April setelah GP Qatar yang semula dijadwalkan pada 10–12 April resmi ditunda hingga November 2026. (jpg)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |