Talkshow Hari Kartini 2026, Perempuan Didorong Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat

1 hour ago 2
AGAM/BUKITTINGGI

TALKSHOW— Pemko Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB menggelar peringatan Hari Kartini tahun 2026 di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut diisi dengan talkshow bertema “Perempuan Pembelajar Sepanjang Hayat, Menuju Keberdayaan dan Kemuliaan”.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB menggelar peringatan Hari Kartini tahun 2026 di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut diisi dengan talkshow bertema “Perempuan Pembelajar Sepanjang Hayat, Menuju Keberdayaan dan Kemuliaan”.

Kepala Dinas P3APPKB Bukittinggi, Susiyanti, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terha­dap R.A. Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Me­nu­rutnya, perempuan memiliki peran strategis da­lam keluarga dan ma­sya­rakat sehingga perlu terus di­dorong untuk ber­kem­bang dan berdaya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap perempuan Bukittinggi semakin termotivasi untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik di lingkungan masing-masing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya Minangkabau,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi perempuan dan TP PKK, serta menghadirkan se­jum­lah narasumber inspiratif dalam sesi talkshow.

Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Yesi Endriani Ramlan, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat per­­­juangan perempuan In­do­nesia.

“Kekuatan perempuan sesungguhnya terletak pa­da kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang tumbuh dari lingkungan terkecil di tengah ma­syarakat. Saya berharap perempuan Kota Bukittinggi terus menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, kreatif, dan berdaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Staf Ahli, Emil Achir, menyampaikan bahwa pe­ringatan Hari Kartini harus menjadi ajang refleksi atas perjuangan perempuan dalam memperoleh akses pendidikan, kesempatan, dan ruang berkarya.

“Belajar bukan dibatasi usia, profesi, maupun status sosial. Namun belajar harus bisa dilakukan oleh siapa saja, selama hayat dikandung badan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dalam keluarga, penggerak ekonomi, penjaga nilai budaya, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Dalam kesempatan ter­sebut, Pemerintah Kota Bukittinggi juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perempuan inspiratif. Penghargaan diberikan kepada Yesi Endriani Ramlan sebagai inisiator Sekolah Keluarga dan Perempuan Politik, serta kepada Bundo Nelyati sebagai penggiat perempuan berbudaya Minangkabau.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Zur­yani, S.Pd., sebagai perempuan inspiratif yang aktif menggerakkan kepedulian lingkungan melalui Bank Sampah Seroja. (pry)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |