Bupati Tinjau Jembatan Oman yang Miring

1 hour ago 2
METRO PESISIR

KUNJUNGAN LAPANGAN— Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis turun kelapangan, untuk bertemu dengan masyarakat, untuk menampung keluhan dan aspirasi yang dialami rakyatnnya. Melalui yang dinamakan program Putar Roda atau Jemput Aspirasi Dorong Pembangunan Daerah, mengunjungi 4 kecamatan

PDG.PARIAMAN, METROBupati Padangpariaman John Kenedy Azis turun kelapangan, untuk bertemu de­ngan masyarakat, untuk menampung keluhan dan aspirasi yang dialami rakyatnnya. Melalui yang dinamakan program Putar Roda atau Jemput Aspirasi Dorong Pembangunan Daerah, mengunjungi 4 kecamatan di wilayah Pa­dang­pariaman.

Rombongan bupati yang turun lapangan diikuti sekitar 52 pengendara sepeda motor. Terdiri dari; Sekretaris Dae­rah, asisten, kepala OPD, Direktur PDAM, Ketua Baznas, camat, hingga staf pemerintahan dari Pendopo Bupati.

Sebanyak 4 kecamatan yang terkunjungi hari itu. Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kecamatan V Koto Timur, Kecamatan VII Koto Patamuan, dan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

Bupati Padangpariaman meninjau langsung sejumlah titik infrastruktur yang me­ngalami kerusakan dihantam banjir dan bencana alam.

Salah satunya Jembatan Campago, di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, me­ngalami kerusakan pada pondasi kaki jembatan dan tebing sungai. Dari hasil peninjauan, Bupati Padangpariaman langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memasang batu grib guna melindungi pondasi jembatan dari ancaman abrasi sungai.

Selain itu, rombongan juga meninjau Jembatan Oman yang mengalami kemiringan akibat diterjang banjir. Untuk penanganannya, Bupati meminta DPU melakukan perba­ikan pada tahun 2026 sekaligus normalisasi Sungai Batang Naras disekitar jembatan ter­sebut. “Kerusakan infrastruktur seperti ini harus segera ditangani agar tidak membahayakan masyarakat,” ka­tanya.

Di Nagari Sikucur, Bupati berdialog dengan tokoh ma­syarakat dan wali nagari di Posko Pokmas Durian Kadok. Dalam dialog tersebut, ma­syarakat menyampaikan berbagai persoalan mulai dari jalan rusak, irigasi hingga kebutuhan pembangunan lainnya serta proses pemekaran Pemerintahan Nagari.

Bupati Padangpariaman juga meninjau jalan terban di Pulau Aie Nagari Sikucur dan mengarahkan agar perbaikannya dilakukan pada Juli ini guna pengamanan badan ja­lan. Tidak hanya itu, ia turut mengecek kondisi Irigasi Lu­buak Jambu yang runtuh akibat banjir. Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan perbaikan bendungan sekaligus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk norma­lisasi sungai.

Dalam rangkaian kunju­ngan tersebut, JKA turut mendatangi Objek Wisata Air Terjun Baburai di Nagari Sikucur. Ia meminta agar akses jalan baru menuju lokasi wisata segera dibuka agar mempermudah masyarakat dan wi­satawan berkunjung ke kawasan tersebut.

Menurut Kepala Dinas PUPR El Abdes, diperlukan pembangunan jalan baru se­panjang sekitar satu kilometer menuju kawasan air terjun. Sementara di Nagari Padang Alai, Bupati meninjau jalan terban di Durian Gadung yang telah diusulkan masuk program BNPB. Untuk penanganan sementara, ia menginstruksikan pembangunan jembatan Bailey agar akses ma­syarakat tetap terhubung. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Puskesmas Padang Alai. Di lokasi itu, JKA mengapresiasi pelayanan kesehatan yang tetap berjalan saat hari libur.

Ia menekankan kepada kepala puskesmas dan tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan selama 24 jam dengan sikap ramah dan maksimal.  “Semangat bekerja untuk ma­syarakat,” ujarnya.

Selain meninjau fasilitas umum, Bupati Padangpariaman juga mengunjungi situs cagar budaya Masjid Syech Ungku Haji Limo Koto di Nagari Gunung Padang Alai. Ia menyebut masjid tertua tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan.

Dalam pertemuan bersama masyarakat Patamuan dan wali nagari di Surau Mudiak Aie, Sungai Kasikan, warga kembali menyampaikan sejumlah usulan terkait kerusakan jalan, jembatan, dan irigasi.

Menanggapi hal itu, JKA meminta seluruh usulan disampaikan secara tertulis melalui proposal agar dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah sesuai mekanisme perencanaan pembangunan. Kunjungan Putar Roda ditutup dengan menghadiri resepsi acara melewakan Gala Datuk Rajo Basa Suku Panyalai yang disandang H. Nurman di Korong Limau Hantu, Nagari Ba­lah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Program Putar Roda sendiri menjadi salah satu langkah Pemerintah Ka­bupaten Padangpariaman untuk menjangkau langsung masyarakat hingga ke pelosok nagari yang sulit diakses kendaraan roda empat.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspirasi ma­syarakat dicatat langsung oleh OPD terkait untuk kemudian dibahas dalam rapat koordinasi perangkat daerah dan ditindaklanjuti dalam program pembangunan da­erah. (efa)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |