Vietnam Gusur 400 Ribu Kuburan Demi Bangun Kereta Cepat

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Da Nang berencana memindahkan hampir 400 ribu makam yang tersebar di kawasan permukiman dan area bisnis. Langkah ini menjadi bagian dari salah satu proyek penataan kota paling ambisius di Vietnam, seiring percepatan pembangunan jalur kereta cepat nasional.

Dinas Konstruksi Da Nang mengajukan proposal tersebut kepada Komite Rakyat kota setelah survei terbaru menemukan sebanyak 394.470 makam perlu direlokasi hingga akhir Februari lalu. Dari jumlah itu, lebih dari 67 ribu makam sudah masuk dalam rencana pemindahan sejak Agustus 2025, sementara sisanya, sekitar 327 ribu baru teridentifikasi dalam survei lanjutan.

Temuan tersebut menunjukkan persoalan yang lebih besar. Di koridor timur Da Nang, dari jalan tol hingga garis pantai, terdapat sekitar 256 kompleks pemakaman dengan total lebih dari 1,4 juta makam yang tersebar di area seluas 1.420 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak di antaranya berada di tengah kawasan hunian dan zona yang kini ditetapkan untuk pengembangan industri maupun komersial.

Kondisi ini merupakan dampak urbanisasi cepat selama beberapa dekade terakhir, ketika pembangunan permukiman kerap dilakukan di sekitar area pemakaman lama, bukan dengan merelokasinya.

Pemerintah setempat menilai keberadaan makam di tengah permukiman melanggar standar zona penyangga lingkungan. Selain berpotensi mencemari air tanah, kondisi ini juga dinilai berisiko terhadap kesehatan publik serta menghambat perencanaan kota dan investasi.

Melansir VNExpress, relokasi makam menjadi semakin mendesak karena proyek kereta cepat utara-selatan Vietnam, yang disebut sebagai proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah negara tersebut. Jalur kereta dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam itu akan melintasi lebih dari 116 kilometer wilayah Da Nang dan membutuhkan pembebasan lahan seluas lebih dari 866 hektare.

Pemerintah Vietnam menargetkan pembangunan proyek ini mulai dikerjakan pada Desember 2026.

Tak hanya untuk jalur kereta, lahan yang dibebaskan juga akan digunakan untuk membangun kawasan perkotaan pesisir modern yang mengusung konsep hijau dan pintar di sepanjang garis pantai timur Da Nang.

Sebagai solusi, pemerintah kota mengusulkan pembangunan lima kompleks pemakaman terpusat baru di wilayah barat dengan total luas sekitar 437 hektare. Pemindahan makam akan dilakukan secara bertahap dari timur ke barat, seiring penutupan pemakaman kecil yang tersebar.

Perencanaan proyek ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2026, sementara proses relokasi diharapkan sebagian besar selesai pada 2030.

Di saat yang sama, otoritas setempat juga memperketat pengawasan untuk mencegah praktik pemakaman ilegal di luar area yang telah ditentukan.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |