Trump Kesal saat Ditanya soal Kabar Intelijen Rusia Bantu Iran

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Klaim bahwa Rusia memberikan bantuan intelijen kepada Iran untuk mengetahui lokasi pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah memicu kekesalan Presiden Donald Trump.

Saat ditanya wartawan mengenai dugaan bantuan itu, Trump menyebut itu sebagai pertanyaan "bodoh."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu masalah yang mudah dibandingkan dengan apa yang sedang kami lakukan disini. Pertanyaan seperti itu sangat bodoh untuk diajukan saat ini," ujar Trump dalam diskusi di East Room Gedung Putih terkait olahraga kampus, dikutip NBC.

"Seseorang bertanya, bagaimana Anda akan memberi skor dari nol hingga 10? Saya menjawab, saya akan memberi skor 12 hingga 15," tambahnya.

Menurutnya, militer Iran telah mengalami kerusakan besar, termasuk angkatan laut, sistem komunikasi, kepemimpinan militer, hingga angkatan udaranya.

"Tentara mereka, Angkatan Laut mereka telah lenyap. Komunikasi mereka telah lenyap. Para pemimpin dan dua kelompok pemimpin mereka telah tiada. Mereka hanya memiliki kelompok pemimpin ketiga. Angkatan Udara mereka telah musnah. Bayangkan itu," ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah sumber menyebut Rusia memberikan intelijen kepada Iran terkait lokasi pasukan AS di Timur Tengah.

Informasi itu membantu Teheran saat melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan serta target AS di kawasan.

Bantuan intelijen Rusia mencakup data satelit dan informasi posisi aset militer Amerika, serta kapal perang dan sistem komunikasi. Namun, tidak ada indikasi Moskow secara langsung mengarahkan serangan Iran.

Serangan Iran meningkat setelah AS dan Israel melancarkan operasi udara terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, fasilitas radar dan infrastruktur komunikasi militer AS di kawasan Teluk Persia dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Seorang ahli kerja sama Rusia dan Iran dan asisten profesor di Pusat Studi Internasional di Sciences Po di Paris, Nicole Grajewski, menilai serangan Iran menunjukkan kemungkinan ada dukungan intelijen yang kuat.

Iran memiliki sejumlah kecil satelit militer, tetapi Rusia dapat memanfaatkan jaringan besar untuk memberikan informasi kepada Teheran.

"Mereka tampaknya mengincar komando dan kendali untuk pasukan AS," ujar Grajewski.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pemerintahnya mengaku menerima dukungan politik dan bentuk bantuan lain dari Rusia, namun menolak menjelaskannya.

"Mereka mendukung kami secara politik dan dalam hal lain," kata Araghchi dalam wawancara Tom Llamas dari NBC, pada Kamis lalu.

Menurut Araghchi, kerja sama militer yang telah berlangsung lama antara Iran dan Rusia bukanlah rahasia.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |