CNN Indonesia
Minggu, 15 Mar 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Pokok dari semua kesalahan itu adalah mencintai dunia melebihi daripada apa yang dibutuhkan. (iStockphoto/hilal abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu hadis Rasulullah SAW menyatakan, pokok dari semua kesalahan itu adalah mencintai dunia melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
"Dan asal semua fitnah atau bencana itu, yaitu enggan mengeluarkan 10 persen dari hartanya dan zakat," ucap ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cinta dunia yang berlebihan ini dapat menjerumuskan seseorang ke dalam berbagai dosa dan kesalahan karena membuatnya lalai menjalankan perintah Allah.
Adapun zakat ini bukan hanya kewajiban ritual, melainkan juga merupakan hak orang lain yang harus dipenuhi agar tidak menimbulkan kerusakan sosial. Zakat dalam Islam terbagi menjadi beberapa jenis, termasuk zakat uang, peternakan, dan hasil pertanian.
Kembali membahas soal sumber-sumber kesalahan, Ma'ruf mengutip Syekh Nawawi yang menegaskan bahwa mencintai dunia secara berlebihan sampai mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, merupakan sumber bahaya bagi kehidupan akhirat.
Cinta dunia yang tidak proporsional ini menyebabkan seseorang menyia-nyiakan kewajiban agama dan terjebak dalam kesesatan.
Berbagai larangan Allah dilabrak, sehingga tidak bisa membedakan lagi mana yang halal atau haram.
"Oleh karena itu, bagaimana yang penting kita itu bukan menghindarkan dunia, tapi menjadikan dunia itu sebagai sesuatu yang kita gunakan untuk kendaraan kita, sebagai perahu kita untuk membawa kepada kehidupan yang baik," tutur Ma'ruf.
Selain zakat, Islam juga mewajibkan umatnya untuk berinfak, bersedekah, dan berwakaf sebagai bentuk kepedulian sosial. Sayyidina Abu Bakar bahkan memerangi orang yang enggan membayar zakat karena zakat adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi.
Mengabaikan hak tersebut sama dengan mengambil hak orang lain, yang dapat menimbulkan fitnah dan malapetaka dalam kehidupan sosial.
Dalam fikih Islam, membantu orang yang kelaparan dan kekurangan pakaian bukan hanya fardu kifayah (kewajiban kolektif), tetapi bisa menjadi fardu ain (kewajiban individual) jika kondisi sangat parah. Ini menunjukkan betapa pentingnya tanggung jawab sosial dalam Islam.
"Bukan hanya [kepada] orang islam, bahkan [kepada] non-muslim sekalipun, itu fardu kifayah hukumnya untuk membantu mereka. Tetapi kalau sampai ada yang sama sekali tidak makan, sampai tidak punya pakaian, itu di dalam fikih bukan hanya fardu kifayah, malah fardu ain, wajib," tutur Ma'ruf lagi.
Di penghujung kultum, Ma'ruf berpesan agar kita diberikan rizki oleh Allah SWT yang membawa kemaslahatan dunia dan akhirat, serta kemampuan untuk melaksanakan kewajiban zakat dan kewajiban sosial lainnya.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2

















































