Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah dan sejumlah wilayah lain di Tanah Air selama sepekan ke depan.
BMKG memperkirakan wilayah ini masih akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang hingga sepekan ke depan.
Sejumlah fenomena atmosfer berkontribusi terhadap kondisi tersebut, salah satunya Bibit Siklon Tropis 90S yang masih aktif di wilayah selatan Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama beberapa hari terakhir, Jawa Tengah dan sejumlah wilayah lain tercatat mengalami hujan lebat. Data BMKG menunjukkan hujan lebat terjadi di Jawa Tengah (77,2 mm/hari), Jawa Timur (72,5 mm/hari), Sumatera Barat (67,5 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (63,2 mm/hari), Jambi (57,5 mm/hari), dan Jawa Barat (53,1 mm/hari).
Dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 6-12 Maret, BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem masih akan terjadi selama sepekan ke depan imbas sejumlah fenomena atmosfer, mulai dari Monsun Asia, fenomena seruakan dingin (cold surge), dan bibit siklon tropis.
Bibit Siklon Tropis 90S yang berada di Samudra Hindia barat daya Selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 35 knot, tekanan udara minimum 998 hPa, diprediksi bergerak ke arah timur.
Dalam 48-72 jam kedepan, BMKG memperkirakan 90S akan melemah. Bibit siklon ini disebut menginduksi terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan NTB, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan selatan Banten hingga selatan NTB dan dari Pulau Jawa hingga NTB.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi berada di Perairan barat Australia Barat, dengan kecepatan angin maksimum 25 knot, tekanan udara minimum 995 hPa, dan bergerak ke arah barat-barat daya.
Dalam 48-72 jam kedepan, intensitas 93S diprakirakan berada dalam kategori sedang.
"Bibit siklon tersebut mengakibatkan pembentukan low level jet, daerah konvergensi, dan konfluensi di Samudra Hindia Barat Australia bagian utara," kata BMKG.
Bibit siklon tropis lain yang masih aktif adalah 92P yang berada di Teluk Carpentaria, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 1004 hPa, dan diprediksi bergerak ke arah barat-barat daya.
Namun, 92P diprakirakan akan melemah dalam 48-72 jam ke depan. Bibit siklon tersebut menyebabkan terbentuknya low level jet di Teluk Carpentaria, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari Laut Timor hingga Laut Arafuru bagian selatan dan Pesisir Utara Australia bagian utara.
Lebih lanjut, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada pada fase 5 (Maritime Continent) dalam sepekan ke depan, sehingga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia Timur.
Potensi hujan tersebut diperkuat oleh prediksi aktifnya Gelombang Kelvin di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua bagian utara.
"Selain itu, Gelombang Equatorial Rossby juga diprediksi aktif di NTB bagian selatan, NTT bagian selatan, Maluku, dan hampir seluruh wilayah Pulau Papua. Adanya kombinasi fenomena ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan di daerah-daerah tersebut," pungkas BMKG.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang selama sepekan ke depan:
6-8 Maret
Hujan lebat-sangat lebat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Angin kencang
- Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Maluku
- Papua Selatan
9-12 Maret
Hujan lebat-sangat lebat
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
Angin kencang
- Jawa: Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Maluku
- Papua Selatan
(lom/mik)

1 hour ago
1















































