Sambut Tawaran Mediasi Prabowo, Iran Minta RI Tegas ke AS-Israel

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyambut tawaran Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menjadi mediator di tengah konflik negara Timur Tengah ini versus Amerika Serikat plus Israel.

Sambutan Iran tertuang dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta pada Minggu (1/3). Dalam rilis itu, mereka juga meminta pejabat Indonesia mengambil sikap tegas terkait tindakan AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," demikian rilis resmi Kedubes Iran.

Mereka lalu merinci rekam jejak permusuhan AS dan Israel terhadap pemerintahan yang berbasis di Teheran.

Permusuhan, intervensi, dan agresi AS terhadap negara Timur Tengah ini, lanjut Kedubes, sudah berlangsung sejak tujuh dekade lalu. Ketegangan itu bermula saat kudeta Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 19 Agustus 1953.

Hari-hari setelah itu, AS memberlakukan sanksi politik hingga ekonomi ke Iran; mendukung organisasi teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) dalam pembunuhan luas terhadap warga sipil, pejabat politik, militer, dan ilmuwan nuklir Iran; serta menciptakan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperasionalkan proyek Islamofobia dan Iranofobia di dunia.

Tak cuma itu, AS melalui kapal perang USS Vincennes juga pernah menembak pesawat Airbus di Teluk Persia, membunuh komandan Iran pada 2020 di Irak, mendukung serangan Israel di Damaskus pada April 2024, mendukung gempuran Israel ke pusat militer pada Oktober 2024, mendukung Israel dalam serangan pada Juni 2025, dan membajak protes damai sipil pada Januari 2026.

Sebelumnya, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan siap memfasilitasi dialog jika disetujui kedua pihak.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak," demikian rilis Kemlu pada Sabtu.

Mereka lalu berujar, "Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi."

Peningkatan ketegangan di Timur Tengah, lanjut Kemlu, berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.AS dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan nuklir dalam negosiasi tak langsung.

Selama dalam putaran negosiasi, Trump berulang kali mengancam bakal menyerang Iran jika tak mencapai kesepakatan nuklir. Trump ingin Iran tak pernah memiliki senjata nuklir dan membatasi secara ketat program rudal balistik mereka.

(isa/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |