Sakit Batu Ginjal Seperti Apa? Ini Gejala Khasnya

2 hours ago 6

CNN Indonesia

Rabu, 15 Apr 2026 04:30 WIB

Nyeri hebat hingga urine berdarah, ini ciri sakit batu ginjal yang perlu diwaspadai. Ilustrasi. Nyeri batu ginjal ternyata ada ciri khasnya. (istockphoto/blueshot)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang kerap dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat. Kondisi ini terjadi ketika mineral, garam, dan senyawa kimia dalam urine mengendap dan membentuk kristal keras di dalam ginjal.

Dampaknya tidak main-main. Sesuai namanya, batu ginjal bisa memicu rasa nyeri yang sangat hebat, terutama saat batu bergerak di saluran kemih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, sakit batu ginjal seperti apa?

Mengutip Mayo Clinic, nyeri akibat batu ginjal memiliki ciri khas yang cukup mudah dikenali. Rasa sakit biasanya muncul saat batu berpindah dari ginjal ke saluran kemih, sehingga menimbulkan gesekan atau bahkan penyumbatan.

Berikut beberapa gejala yang umum dialami penderita:

• Nyeri hebat dan tajam di sisi tubuh atau punggung, tepatnya di bawah tulang rusuk

• Nyeri menjalar ke perut bagian bawah hingga selangkangan

• Rasa sakit datang bergelombang, sempat mereda lalu kembali intens

• Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil

Rasa nyeri ini bisa muncul tiba-tiba tanpa tanda awal. Dalam beberapa kasus, penderita bahkan kesulitan menemukan posisi nyaman karena rasa sakit terus berubah.

Selain nyeri, ada pula tanda lain yang perlu diwaspadai, seperti:

• Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat

• Urine tampak keruh atau berbau tidak sedap

• Keinginan buang air kecil terus-menerus

• Frekuensi buang air kecil meningkat, tetapi jumlahnya sedikit

• Mual dan muntah

• Demam dan menggigil, terutama jika sudah terjadi infeksi

Nyeri bisa berpindah dan makin parah

Salah satu ciri khas batu ginjal adalah lokasi nyeri yang bisa berubah-ubah. Awalnya terasa di pinggang atau punggung, lalu menjalar ke perut bagian bawah hingga selangkangan.

Perubahan ini mengikuti pergerakan batu di dalam saluran kemih. Saat batu tersangkut di bagian yang sempit, rasa nyeri bisa meningkat tajam.

Ukuran batu juga berpengaruh. Batu berukuran kecil cenderung lebih mudah keluar, sedangkan batu yang lebih besar berisiko menyebabkan sumbatan dan nyeri yang lebih hebat.

Durasi nyeri pun berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang hanya berlangsung beberapa menit, ada juga yang bisa berjam-jam. Pola nyeri yang datang dan pergi ini menjadi salah satu tanda khas batu ginjal.

Faktor pemicu batu ginjal

Batu ginjal tidak terbentuk begitu saja. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

• Kurang minum air putih

• Konsumsi garam dan protein berlebihan

• Pola makan tinggi oksalat (misalnya bayam dan cokelat)

• Berat badan berlebih

• Riwayat keluarga dengan batu ginjal

Jika berlangsung dalam waktu lama, zat sisa dalam urine dapat mengendap dan membentuk kristal. Seiring waktu, kristal ini akan membesar menjadi batu dan mulai menimbulkan gejala.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami kondisi berikut:

• Nyeri sangat hebat hingga tidak bisa duduk diam

• Nyeri disertai mual dan muntah

• Nyeri disertai demam dan menggigil

• Terdapat darah dalam urine

• Kesulitan buang air kecil

[Gambas:Video CNN]

Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi, seperti infeksi atau gangguan fungsi ginjal.

Sebagai langkah pencegahan, Anda disarankan untuk memperbaiki gaya hidup, seperti cukup minum air putih, mengurangi konsumsi garam, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Mengenali gejala sejak dini bisa membantu Anda mengambil langkah tepat sebelum kondisi bertambah parah.

(san/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |