Reaksi Persija Soal Laga Lawan Persib di Samarinda: Kecewa Sekali

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyampaikan rasa kecewanya lantaran laga melawan Persib Bandung tidak digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Ia menyebut pihak manajemen Macan Kemayoran merasa kecewa karena tidak bisa menjamu rivalnya di hadapan pendukung sendiri.

Pasalnya, kata dia, Jakmania telah menunjukkan perilaku yang baik sepanjang musim ini. Selain itu ia menilai tidak insiden apapun yang memicu kekhawatiran berlebih dari pihak keamanan maupun penyelenggara liga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus," ujarnya kepada wartawan di Gedung Baintelkam Mabes Polri, Rabu (6/5).

"Boleh dibilang selama musim ini kita tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun liga khawatir dengan kondisi ini," imbuhnya.

Ia menyebut dengan beralihnya pertandingan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur juga menyebabkan Persija selaku tuan rumah kehilangan atmosfer dukungan dari suporter Jakmania.

Tak hanya itu, Ferry menyebut kondisi ini juga berdampak kepada finansial klub karena potensi berkurangnya pemasukan dari penjualan tiket.

"Ketika saya komunikasi dengan (Pelatih Persija) Maurizio Souza, pelatih juga sama, kita kecewa enggak bisa main di rumah, kita kecewa nggak bisa main di depan pendukung kita," ucap Ferry.

Meski begitu, kata dia, Persija menghormati keputusan yang telah diambil. Ia mengatakan pihak manajemen juga sudah sempat mencari alternatif stadion lain di Pulau Jawa, seperti di Jepara dan Surabaya.

Namun, izin yang diberikan hanya untuk pertandingan tanpa penonton. Hal itu yang kemudian mendasari keputusan untuk memilih Samarinda sebagai lokasi pertandingan agar laga tetap bisa disaksikan oleh suporter.

"Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja, pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton. Jadi itu sejarahnya kenapa sampai kita akhirnya menetapkan di Samarinda gitu," kata Ferry.

[Gambas:Video CNN]

(tfq/tfq/rhr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |