Putri Diana Sebenarnya Persiapkan Pangeran Harry Jadi Raja Inggris

4 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 12 Mar 2026 23:00 WIB

Putri Diana disebut sebenarnya mempersiapkan Pangeran Harry untuk menjadi raja Inggris di masa depan. Putri Diana disebut sebenarnya mempersiapkan Pangeran Harry untuk menjadi raja Inggris di masa depan. (AFP PHOTO / PATRICK RIVIERE)

Jakarta, CNN Indonesia --

Putri Diana disebut sebenarnya mempersiapkan Pangeran Harry untuk menjadi raja Inggris di masa depan, meskipun Pangeran William adalah anak pertamanya.

Menurut sahabat Diana dan veteran penulis kerajaan, Richard Kay, Lady Di menyadari bahwa Pangeran William sebenarnya adalah sosok pemalu yang tidak berambisi memegang jabatan besar itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir [performa saat ini dari Pangeran] William agak mengejutkan. Dia adalah seorang pemuda yang pemalu," kata Kay dalam siniar Palace Confidential milik Daily Mail, seperti diberitakan People pada Rabu (11/3).

"Tentu saja, ketika Diana masih hidup, Diana akan memberi tahu saya bahwa dia tidak pernah benar-benar berpikir bahwa William menginginkan 'jabatan tertinggi,' seperti yang dia sebut. Gagasan bahwa suatu hari nanti William akan mengenakan mahkota."

"Dalam pikirannya, dia sedang mempersiapkan jalan bagi kemungkinan bahwa Harry-lah yang akan menggantikan ayahnya," tambahnya. "Dia memiliki julukan untuk Harry: Dia biasa memanggilnya 'Raja Harry yang Baik' - sebuah julukan yang mengingatkan pada zaman pertengahan."

"Namun segalanya tidak berjalan seperti itu, dan saya pikir kita semua cukup bersyukur karena hal itu tidak terjadi," katanya merujuk momen di masa lalu saat Putri Margaret dianggap lebih cocok sebagai ratu Inggris dibanding kakaknya, Putri Elizabeth.

"Konsensusnya adalah 'kita mendapatkan orang yang tepat.' Dan, saya pikir kita mendapatkan orang yang tepat dalam diri William sebagai Pangeran Wales," katanya.

Richard Kay mengatakan Pangeran William sudah sangat "berkembang" dalam mengemban tugas sebagai penerus takhta Kerajaan Inggris bersama Kate Middleton di sampingnya.

"Yang saya sukai darinya adalah ia menemukan beberapa cara yang cukup berbeda untuk mendekati kerajaan," tambah Kay.

"Ia menyadari bahwa beberapa aspek monarki modern sudah ketinggalan zaman dan tidak beresonansi dengan baik dengan publik modern, dan saya pikir ia menyadari bahwa ia harus melakukan beberapa perubahan besar untuk memastikan kelangsungan hidupnya."

Pandangan Kay tersebut sejalan dengan pengamat lainnya. Pengamat kerajaan dari Daily Beast dan The Royalist Substack, Tom Sykes, sempat menilai Pangeran William akan melakukan "reformasi besar-besaran" di Kerajaan Inggris begitu resmi naik takhta menjadi Raja William V di masa depan.

Pada Desember 2025, Sykes mengatakan bahwa William sebenarnya sudah mulai bekerja menggantikan ayahnya, Raja Charles III, yang kini sedang sakit hanya saja tanpa menyandang gelar raja.

Bukan hanya itu, gebrakan William akan benar-benar memengaruhi seluruh orang yang terkait dengan Kerajaan Inggris, mulai dari yang berhubungan darah hingga staf.

Sykes menilai, salah satu reformasi yang akan dibawa William adalah dengan menghapus dan mencabut gelar kebangsawanan keluarganya sendiri yang tidak bekerja untuk Kerajaan Inggris atau bikin sulit kerajaan.

"Charles lemah, tapi William tidak sama sekali," kata Sykes. "William sebenarnya sudah jadi Raja, hanya saja tidak bertitel."

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |