Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat makian dari warganet di media sosial TikTok akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Ia mengakui rupiah saat ini memang menghadapi tekanan, tetapi masih dalam kategori moderat seiring penguatan dolar AS secara global.
Menurut Purbaya, jika dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara lain, pelemahan rupiah justru relatif lebih kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, rupiah disebut hanya melemah sekitar 0,3 persen.
Ia mencontohkan ringgit Malaysia yang terdepresiasi sekitar 0,5 persen, euro 0,6 persen, serta dolar Australia sekitar 0,9 persen.
Lalu, mata uang Brasil tercatat melemah sekitar 1,2 persen, Filipina 1,4 persen, Argentina 1,5 persen, serta Thailand sekitar 1,6 persen.
"Kita masih lumayan. Jadi bukan lihat levelnya saja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'Hei Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,'," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa periode Februari 2026 yang diselenggarakan di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3).
Menurut dia, penilaian terhadap pelemahan rupiah harus dilakukan secara lebih adil dengan melihat kondisi global secara keseluruhan.
Ia menegaskan kondisi ini menunjukkan pemerintah masih dinilai mampu menjaga kebijakan fiskal dan moneter secara baik.
"Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," ujar Purbaya.
Pada Rabu pagi ini, nilai tukar rupiah berada di level Rp16.851 per dolar AS. Mata uang Garuda menguat 12 poin atau 0,07 persen dari perdagangan sebelumnya.
(dhz/sfr)

2 hours ago
2
















































