Pengusaha RI Siap-siap Efisiensi Buntut Perang Iran vs AS-Israel

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkap dunia usaha mulai mempertimbangkan langkah efisiensi untuk menghadapi dampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Anin, sapaan akrabnya, mengatakan efisiensi menjadi langkah yang tidak terhindarkan bagi pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi konflik tersebut.

"Mau tidak mau dunia usaha harus melakukan efisiensi karena tentunya ada biaya-biaya yang tidak bisa dikendalikan," ujar Anin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan pelaku usaha perlu memperhitungkan berbagai dampak dari konflik tersebut, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga potensi kenaikan suku bunga.

Anin percaya dunia usaha mampu menghadapi situasi ini seperti saat melewati berbagai krisis sebelumnya.

Menurut dia, saat ini pelaku usaha masih mengamati perkembangan situasi global, termasuk kemungkinan harga minyak dunia yang menyentuh US$100 per barel. 

Level harga tersebut melampaui asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah RI sebesar US$70 per barel dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Namun, Anin menilai perkembangan harga minyak dunia masih perlu dilihat dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Melihat hal itu, sambung Anin, dunia usaha perlu memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk menentukan program-program prioritas yang dapat mendorong perputaran ekonomi secara cepat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mendorong investasi dari investor dalam negeri karena dinilai lebih berpengalaman menghadapi berbagai siklus ekonomi.

Seluruh sektor usaha pun dinilai harus tetap waspada terhadap dampak perang dan tidak boleh meremehkan situasi yang terjadi.

"Kita lihat juga ada beberapa perusahaan yang sudah force majeur, tapi juga kita tidak boleh panik," ujar Anin.

Lebih lanjut, setelah Ramadan, Kadin berencana meninjau kembali proyeksi perekonomian karena perubahan kondisi global yang dipengaruhi faktor geopolitik. 

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |