Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menjajaki kerja sama dengan pengelola Stadion San Siro untuk mentransformasi Jakarta International Stadium (JIS).
Rencana kerja sama lahir setelah Rano Karno bertemu dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso, serta Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci, Selasa (12/5).
Pertemuan ini membahas peluang pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan stadion internasional, penyelenggaraan event, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, serta strategi membangun keterlibatan suporter dalam menjaga fasilitas stadion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rano mengatakan, Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro sebagai salah satu ikon sepak bola dunia. Menurutnya, stadion modern tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi juga harus menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism), ruang ekonomi kreatif, pusat hiburan, dan ikon kebanggaan warga.
"San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75.000 penonton. Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana," kata Rano di laman resmi Pemprov DKI, Rabu (13/5).
Wagub Rano mendorong PT Jakarta Propertindo selaku pengelola Jakarta International Stadium untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro Stadium.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala besar, optimalisasi aktivitas nonpertandingan, serta pengembangan pengalaman pengunjung agar JIS memiliki kegiatan sepanjang tahun.
Pertemuan ini juga sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Wagub Rano menilai rencana tersebut membuktikan Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional dan kota penyelenggara event olahraga kelas dunia.
"Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting. Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Maka tugas kita adalah memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia," ujarnya.
Stadion San Siro, Milan, Italia. (AFP/PIERO CRUCIATTI)
Hingga kini, JIS masih minim menggelar pertandingan sepak bola. Perawatan rumput yang tak maksimal menjadi salah satu masalah utama.
Michele Finucci menyampaikan San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta. Menurutnya, stadion modern harus dikelola tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.
"San Siro adalah stadion yang sangat bersejarah. Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pertandingan, tur stadion, museum, dan berbagai kegiatan yang melibatkan para penggemar. Kami senang dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan delegasi dari Jakarta mengenai bagaimana stadion dapat dikelola sebagai tempat pertandingan, destinasi wisata, sekaligus ruang interaksi publik," ujar Michele.
Wagub Rano menegaskan, pengalaman San Siro penting bagi Jakarta karena JIS dirancang sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.
(jun/jun/jal)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6

















































