Jakarta, CNN Indonesia --
Respons positif diberikan pada merger tiga anak usaha PT Pertamina (Persero). Merger ini dinilai bisa membuat layanan Pertamina menjadi lebih optimal.
Pengamat Kebijakan Publik & Guru Besar Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah mengatakan merger 3 anak usaha Pertamina bisa meningkatkan layanan publik. Selain itu layanan di sektor energi bisa lebih cepat.
Trubus mengatakan, dengan merger ini layanan akan lebih terkoordinasi melalui satu pintu. Layanan menjadi lebih efektif, mudah dan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan rantai koordinasi yang lebih ringkas itu, diharapkan setiap kebijakan layanan publik Pertamina, termasuk dalam rangka menjaga pasokan energi saat lebaran bisa lebih baik.
"Dengan merger itu ada koordinasi yang baik. Karena apa? Selama ini kan dengan 3 perusahaan masing-masing itu terkesan ada ego sektoral, karena itu menganggap tugas dan fungsinya beda-beda sehingga sering kali mereka di antara mereka terjadi konflik kepentingan karena mereka merasa bagian yang terpisah," katanya.
Segendang sepenarian dengan Trubus, praktisi migas yang juga Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mendukung langkah Pertamina memerger 3 anak usaha mereka.
Ia memandang merger bisa membuat ruang gerak perusahaan dalam menjalankan bisnisnya menjadi lebih efisien dan lincah.
"Sisi poistifnya tentu akan meningkatkan profit dan lincah dalam menyambar setiap peluang usaha sesuai core bisnisnya," katanya.
Agar merger berhasil, ia memberikan pesan agar Pertamina mau melengkapi langkah tersebut dengan penguatan tim marketing dan pengembangan bisnis.
"Harus dipertangguh, ditingkatkan daya inovasinya, perluas wawasannya serta makin adaptif dengan kemajuan teknologi, termasuk penggunaan AI," katanya.
Pertamina resmi menggabung (merger) tiga anak usaha yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi subholding downstream per 1 Februari 2026.
Harapan warga
Penggabungan tiga anak usaha di sektor hilir oleh PT Pertamina (Persero) memunculkan harapan dari masyarakat terhadap peningkatan efisiensi operasional hingga percepatan dan pemerataan distribusi energi di seluruh Indonesia.
Sejumlah warga menilai langkah merger tersebut dapat memperkuat integrasi bisnis energi dari hulu hingga hilir, sekaligus memangkas proses koordinasi antarperusahaan yang sebelumnya berjalan terpisah.
Seorang warga Hafiz (25) mengatakan selama ini layanan Pertamina menurutnya sudah baik. Ia mengaku puas dengan layanan Pertamina selama ini.
"Untuk layanan pertamina cukup puas karena stok BBM mereka selalu ready mulai dari pertalite sampai pertamax turbo semuanya ada dan SPBU nya juga banyak ada dimana mana," kata Hafiz kepada CNN Indonesia, Jumat (13/4).
Ia berharap layanan ini bisa semakin baik ke depannya terutama saat merger tiga anak usaha ini.
Misalnya dengan memperluas layanan nontunai (cashless) di SPBU di luar Jabodetabek.
"Saya jarang pegang cash," katanya.
Namun secara umum layanan Pertamina ini sudah cukup baik.
Hafiz mengaku akan mudik ke Jawa. Ia yakin kalau untuk stok BBM, Pertamina tidak diragukan.
Sementara itu warga yang lain, Wira juga ,mengatakan hal yang sama. Sama seperti Hafiz kalau untuk stok BBM Pertamina di semua SPBU menurutnya sudah merata dan cukup.
Namun untuk metode pembayaran cashless ini yang harus diperluas terutama di daerah.
"Saya pernah menjumpai beberapa SPBU untuk pembayaran qris itu enggak bisa, padahal ada mesin EDC," katanya.
Ia berharap untuk kenyamanan warga terutama di musim mudik, layanan nontunai ini bisa diperluas.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pertamina yang sudah banyak memberikan tempat-tempat berisitirahat di musim mudik ini. Menurut Wira lebih baik lagi jika tempat beristirahat dilengkapi dengan klinik-klinik kesehatan untuk mengantisipasi pemudik yang mengalami masalah kesehatan.
Melalui subholding downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat.
Misalnya saat musim mudik Lebaran 2026 ini. Untuk menjaga layanan ke masyarakat selama Lebaran 2026, Pertamina menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi selama Lebaran 2026.
Satgas disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sumber energi selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pertamina memprediksi, puncak arus mudik tahap I pada Lebaran Tahun ini terjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026. Sementara puncak mudik kedua terjadi pada 18 sampai dengan 19 Maret 2026.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

















































