Jakarta, CNN Indonesia --
Kuba saat ini adalah satu-satunya negara di dunia yang dikenakan hukuman sanksi terpanjang oleh Amerika Serikat. Situs resmi pemerintah AS menyebut Washington memberlakukan embargo ekonomi komprehensif atas Republik Kuba.
Pada Februari 1962, Presiden John F. Kennedy mengumumkan embargo perdagangan antara Amerika Serikat dan Kuba, sebagai tanggapan atas tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan oleh Pemerintah Kuba, dan mengarahkan Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan untuk menerapkan embargo tersebut, yang masih berlaku hingga saat ini.
Artinya saat ini Kuba sudah menerima sanksi dari AS selama 64 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak dari sanksi ekonomi ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Laporan The Guardian pada 2022 saat mengenang 60 tahun sanksi ke Kuba menuliskan, dampak isolasi akibat embargo AS tidak mungkin diabaikan.
Dermaga setengah kosong: AS telah melarang semua kapal pesiar, pertukaran budaya, dan delegasi pendidikan yang dulunya mendorong industri terbesar di pulau itu.
Cabang-cabang Western Union ditutup. AS telah melarang semua pengiriman uang melalui perusahaan Kuba dan afiliasinya kepada jutaan keluarga Kuba yang bergantung pada bantuan dari luar negeri.
Rumah sakit kekurangan persediaan: embargo AS telah melarang ekspor teknologi medis dengan komponen AS, yang menyebabkan kekurangan kronis obat-obatan bebas resep.
Bahkan internet pun menjadi zona isolasi. Embargo AS berarti warga Kuba tidak dapat menggunakan Zoom, Skype, atau Microsoft Teams untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Dan yang cukup miris adalah jeritan warga yang hanya mendapatkan jatah listrik.
Seorang warga Kuba, Isben Peralta mengatakan kondisinya kepada CBC News, "Beberapa dari kami yang memiliki usaha kecil masih bisa makan, tetapi banyak, sangat banyak orang yang tidak mampu. Kondisinya sangat buruk," tambah dia.
Ia mengaku beruntung karena masih mendapatkan listrik beberapa jam tiap hari, meski dekat dengan lokasi pengiriman bahan bakar. Kadang ia bisa menikmati listrik selama tiga jam penuh. Di wilayah lain di provinsinya, warga bisa kehilangan listrik hingga 10-11 jam, dan hanya mendapat sekitar 30 menit aliran listrik dalam sehari.
"Kami punya sedikit listrik... lalu diputus selama lima jam berturut-turut sebelum dinyalakan sebentar lagi," kata Peralta seperti dikutip CBC News.
Tujuan sanksi menimbulkan kelaparan
Laporan The Guardian dengan membuka lembaran 60 tahun lalu menyebutkan, embargo AS berdampak pada setiap aspek kehidupan di pulau itu - dan itulah intinya.
Enam puluh tahun yang lalu pada hari ini, Presiden John F. Kennedy mengeluarkan Proklamasi 3447, Embargo atas Semua Perdagangan dengan Kuba, yang dirancang untuk mengisolasi Kuba dan menghentikan penyebaran apa yang disebut Komunisme Sino-Soviet.
"Segala cara yang mungkin harus segera dilakukan untuk melemahkan kehidupan ekonomi Kuba," tulis asisten menteri luar negeri, Lester D. Mallory, dalam memo April 1960. Tujuan pemerintahan Kennedy jelas: "Untuk menimbulkan kelaparan, keputusasaan, dan penggulingan pemerintah."
Meski sanksi itu telah membuat rakyat Kuba menderita, namun rezim komunis di sana tetap bertahan.
Kuba adalah satu-satunya negara sosialis di dunia yang masih tetap kokoh meski diisolasi dan dihukum AS. Salah satu negara tetangganya yang menjadi pemasok adalah Venezuela, yang kini pun sedang menderita karena presidennya, Nikolas Maduro ditangkap Donald Trump.
Mampukah Kuba bertahan dari penarikan dukungan Venezuela? Apakah pemerintahan AS memiliki rencana untuk Kuba? Apakah ada orang-orang di pemerintahan Kuba yang bersedia berurusan dengan AS? Di garis depan, banyak warga Kuba bertanya pada diri sendiri: mungkinkah hal itu terjadi di sini?
"Segalanya tampak mungkin setelah peristiwa ini," kata Michael Bustamante, ketua Studi Kuba dan Kuba-Amerika di Universitas Miami. "Namun, ada perbedaan mendasar antara Venezuela dan Kuba."
Hanya sedikit yang akan meragukan tekad pemerintah Kuba untuk bertahan, terlepas dari penderitaan rakyatnya.
"Kita pernah mengalami hal serupa di tahun 1990-an [setelah Uni Soviet runtuh] dan saya tidak serta merta percaya bahwa memburuknya perekonomian Kuba secara cepat akan menyebabkan perubahan rezim," kata Bustamante.
Hanya satu kepastian yang tersisa. Terlepas dari pemadaman listrik, kekurangan pasokan, dan penindasan, kemunculan helikopter AS di atas Kuba akan sangat ditentang.
(imf/dna)

2 hours ago
1
















































