Kotak Kontrol CCTV Kota Bandung Rusak Imbas Aksi Rusuh di Tamansari

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi rusuh yang terjadi di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (1/5) malam kemarin membuat sejumlah fasilitas di sana mengalami kerusakan.

Selain sebuah pos polisi yang berada di persimpangan dibakar, rambu lalu lintas hingga kotak kontrol atau node controller kamera pengawas jalan (CCTV) milik Dishub Kota Bandung pun rusak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komandan Teknisi Dishub Kota Bandung Rustandi Arvey mengatakan node controller dirusak oleh massa aksi yang berkumpul di Jalan Tamansari. "Sampai penyok ini nih (box), hadware-nya dirusak, ini bukan dicuri tapi dirusak," kata Rustandi, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Rustandi, node controller sengaja dirusak dan tidak jadi sasaran pencurian karena perangkat keras (hardware) yang mengalami kerusakan tersebut masih ada di lokasi. "Ini dirusak, otomatis tidak bisa berfungsi," tambahnya.

Rustandi mengungkapkan, titik CCTV yang terganggu ada di kawasan Pasteur, Paskal, Cihampelas, dan Tamansari.

"Dampaknya dari Pasteur sampai sini keputus CCTV dan jaringannya," ujarnya.

Ke depan, Rustandi, mengaku pihaknya berencana akan menambah rangka besi untuk melindungi node controller tersebut.

"Mungkin nanti dikrangkeng, biar tidak jebol seperti ini, rencananya. Tetap harus di sini, cuman bakal dikerangkeng," ujarnya.

Sementara untuk jumlah CCTV yang terdampak mencapai 20 unit.

"Banyak [yang terdampak], di Pasteur aja ada empat, [Total] sekitar 20-an [CCTV terdampak]," kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan memastikan massa yang melakukan aksi demonstrasi hingga rusuh bukan massa aksi hari buruh internasional atau May Day.

Kericuhan terjadi di Bandung pada Jumat malam bertepatan dengan peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2026. Sebelumnya, pada siang dan sore hari, tak jauh dari lokasi rusuh berkumpul massa buruh hingga mahasiswa melakukan aksi May Day di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Rudi menegaskan bahwa aksi penyampaian aspirasi hanya dilakukan oleh mahasiswa di kawasan Jatinangor, Sumedang, serta di sekitar lingkungan DPRD Jawa Barat.

Menurut Rudi, kericuhan yang terjadi di kawasan Jalan Tamansari, Bandung, bukan berasal dari kelompok massa aksi hari buruh. Ia memastikan massa yang terlibat justru merupakan kelompok tidak dikenal dengan ciri berpakaian serba hitam dan menutupi wajah.

"Ternyata pada sore hari menjelang malam terlihat 150-an massa tidak dikenal, dengan tadi itu ciri-ciri berpakaian hitam, menutup muka, tentunya menutup muka ini berusaha untuk menghindar supaya tidak diketahui identitas yang kemudian membawa bahan bakar," kata Rudi dikutip dari detikJabar.

Menurutnya kelompok rusuh tersebut diduga sudah mempersiapkan aksi kerusuhan. Hal itu terlihat dari perlengkapan yang mereka bawa, termasuk botol berisi bahan bakar yang diduga sebagai bom molotov, serta benda keras lainnya.

"Tadi kami melihat melakukan penyiraman dan sebagainya, membawa botol yang sudah diisi juga minyak atau bahan bakar dengan sumbunya atau dengan kata lain itu molotov. Kemudian benda-benda keras lainnya, karena tadi melakukan pengrusakan traffic light, lampu lalu lintas, dan tempat-tempat sarana-sarana lainnya, itu dilakukan oleh mereka," ungkapnya.

Meski sempat ricuh, Rudi memastikan kondisi sudah kembali kondusif. Aparat kepolisian bersama Kodam III/Siliwangi dan pemerintah daerah masih bersiaga untuk menjaga keamanan.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |