Komitmen Investasi Indonesia dengan Jepang dan Korsel Capai Rp574 T

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pada kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan (Korsel) baru-baru ini, Indonesia menyepakati penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antarpelaku usaha dengan total nilai US$10,2 miliar atau setara Rp173 triliun.

Nilai komitmen tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor, yang membuka peluang pengembangan sektor-sektor strategis dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Mewakili Presiden dalam acara forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul pada Rabu (1/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa capaian investasi itu melengkapi hasil kunjungan Prabowo sebelumnya ke Jepang, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar US$23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.

Airlangga menyebut, di tengah situasi geopolitik saat ini, angka tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia masih punya daya tarik tinggi bagi investor Jepang maupun Korea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jepang sendiri merupakan peringkat ketiga dari investasi dan perdagangan, Korea di peringkat ketujuh, dan ke depan, keduanya sangat berharap bahwa dengan Indonesia mempunyai sovereign wealth fund, maka Indonesia juga bisa menjadi co-invest," ujar Airlangga.

Kerja sama investasi yang terjalin dengan Korsel antara lain mencakup sektor energi dan transisi hijau, pengembangan tenaga surya , teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan (renewable energy).

Selain itu, kolaborasi juga diperluas pada sektor industri dan manufaktur, termasuk pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan. Lalu, juga mencakup sektor ekonomi digital dan pengembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian upaya memperkuat daya saing industri nasional di era transformasi digital.

Investasi dengan Korsel juga mencakup sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai, serta penguatan kemitraan bisnis melalui kerja sama antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry.

Kolaborasi akan diarahkan untuk mendorong realisasi komitmen bisnis, khususnya dalam penguatan rantai pasok baterai dan investasi manufaktur berbasis teknologi. Dalam konteks tersebut, keberlanjutan investasi dari POSCO dan minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi turut menjadi bagian penting.

Sementara, kerja sama investasi dengan Jepang mencakup sejumlah sektor yakni energi dan transisi energi, termasuk pengembangan minyak dan gas bumi dengan fokus pada Proyek Masela, serta penguatan sektor industri dan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah domestik.

Sinergi juga diarahkan pada sektor keuangan dan inklusi finansial melalui kolaborasi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian, serta diperkuat melalui investasi kelembagaan yang melibatkan Japan External Trade Organization (JETRO) dan Kadin Indonesia dalam mendorong kemitraan bisnis.

Adapun sektor industri kreatif dan manufaktur juga menjadi fokus pengembangan, yang bertujuan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing nasional.

"Hal ini artinya kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun," tutur Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan keseriusan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui berbagai langkah percepatan penyelesaian kendala (Debottlenecking) yang dihadapi pelaku usaha.

Ia memastikan, upaya tersebut dilakukan secara sistematis agar setiap hambatan investasi dapat ditangani secara efektif, sehingga proses realisasi proyek dapat berjalan lebih optimal dan jelas bagi investor.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |