Kemendag Respons soal Minyakita Kosong Berbulan-bulan di Pasaran

9 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) merespons kelangkaan Minyakita yang terjadi di sejumlah pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengakui adanya gangguan pasokan namun memastikan distribusi tengah dioptimalkan.

"Kementerian Perdagangan memahami adanya dinamika pasokan Minyakita di sejumlah pasar rakyat dalam beberapa waktu terakhir," ujar Iqbal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut penyaluran Minyakita kini difokuskan melalui jalur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan seperti Perum Bulog dan ID Food agar distribusi lebih terkendali dan menjangkau pasar rakyat.

"Saat ini, penyaluran Minyakita ke pedagang pasar rakyat dioptimalkan melalui jalur distribusi BUMN, yaitu Perum Bulog dan BUMN Pangan," ujarnya.

Iqbal menyebut pemerintah juga menaikkan porsi penyaluran kewajiban pasar dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) kepada BUMN Pangan untuk memperkuat pasokan di lapangan.

"Di sisi lain, pemerintah telah meningkatkan proporsi penyaluran DMO kepada Perum Bulog dan/atau BUMN minimal 35 persen," ujarnya.

Menurutnya, realisasi distribusi bahkan telah melampaui target minimal tersebut. Adapun realisasi distribusi Minyakita saat ini tercatat meningkat signifikan dan telah mencapai 49,45 persen dari total realisasi DMO.

Ia menambahkan Kemendag terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terhambat.

Di lapangan, kelangkaan Minyakita sudah dirasakan pedagang sejak beberapa bulan terakhir. Sejumlah pasar di Jakarta dilaporkan tidak lagi memiliki stok minyak goreng rakyat tersebut.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp15.961 per liter atau sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Pantauan di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, menunjukkan pedagang sudah tidak mendapatkan pasokan Minyakita selama sekitar tiga bulan. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah pasar lain, bahkan sejak awal tahun.

Ketiadaan Minyakita di pasaran membuat pedagang beralih menjual minyak goreng lain dengan harga lebih tinggi.

Minyak goreng kemasan premium yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu per liter kini naik menjadi Rp22 ribu hingga Rp23 ribu. Sementara minyak curah juga naik dari Rp18 ribu menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang mengaku pasokan dari distributor terhenti, bahkan ada yang menyebut harus membeli produk lain agar bisa mendapatkan minyak goreng tertentu.

[Gambas:Youtube]

(del/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |