CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Agar tidak tersesat, jemaah haji bisa mengikuti beberapa tips selama melaksanakan ibadah. (128flashfire/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Musim haji telah tiba. Jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, mulai memadati Tanah Suci. Di tengah lautan manusia dan deretan bangunan yang tampak serupa, risiko tersesat menjadi tantangan nyata bagi siapa saja.
Bukan hanya bagi jamaah lanjut usia (lansia), mereka yang masih muda atau sudah berpengalaman bepergian ke luar negeri pun bisa kehilangan arah di Makkah maupun Madinah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip panduan haji di NU Online, berikut adalah tujuh langkah krusial yang wajib dilakukan jamaah haji agar tidak tersesat selama menjalankan ibadah:
1. Selalu bawa gelang identitas
Tips paling utama adalah jangan pernah melepas gelang identitas jamaah haji. Gelang ini memuat data lengkap pemiliknya yang diakui secara resmi.
Pastikan gelang tersebut selalu melingkar di pergelangan tangan dan jangan sekali-kali menukarnya dengan milik jamaah lain, meski dengan alasan apa pun.
2. Ritual 'orientasi' hotel
Begitu tiba di hotel, jangan langsung terburu-buru beristirahat atau pergi ibadah. Sempatkan waktu sejenak untuk mengenali lingkungan sekitar.
Tandai ciri fisik bangunan hotel, nama jalan, atau tengara (landmark) yang mudah diingat. Banyak jamaah tersesat karena terlalu bersemangat ibadah hingga lupa menandai 'rumah' sementara mereka.
3. Selipkan kartu nama hotel di saku
Meskipun Anda merasa memiliki daya ingat yang tajam, membawa kartu nama hotel adalah kewajiban. Kartu ini biasanya mencantumkan nama hotel, alamat lengkap, dan nomor kontak yang bisa dihubungi.
Bagi jamaah lansia, membawa kartu ini hukumnya 'wajib' guna memudahkan orang lain atau petugas membantu mengantar Anda kembali.
4. Hindari budaya 'solo traveler'
Tanah Suci bukan tempat yang ideal untuk mengeksplorasi wilayah sendirian, terutama bagi jamaah perempuan dan lansia. Selalu pergilah dalam kelompok atau minimal berdua.
Selain faktor keamanan, adanya teman perjalanan akan meminimalisir risiko salah mengambil jalur saat pulang dari Masjidil Haram.
5. Budayakan izin ke ketua rombongan
Etika berkomunikasi sangat penting. Sebelum keluar hotel, pastikan Anda sudah berpamitan kepada ketua rombongan atau ketua regu.
Beritahu ke mana tujuan Anda dan perkiraan waktu kembali. Hal ini memudahkan koordinasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
6. Tetap tenang dan cari bendera merah putih
Jika telanjur tersesat, kunci utamanya adalah jangan panik. Jangan bertindak gegabah atau menangis berlebihan.
Carilah petugas PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) yang tersebar di titik-titik vital. Tips praktis lainnya, carilah bangunan atau hotel yang mengibarkan bendera Merah Putih. Masuklah ke sana dan mintalah bantuan kepada petugas Indonesia yang berjaga.
7. Kekuatan doa dan rendah hati
Terakhir, jangan pernah meninggalkan ikhtiar batin. Selalu berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT sebelum melangkah keluar hotel. Jauhkan rasa sombong atau merasa sudah hafal jalanan, karena di Tanah Suci, segalanya bisa terjadi atas kehendak-Nya.
Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, fokus ibadah Anda tentu akan lebih terjaga tanpa perlu khawatir kehilangan arah di tengah jutaan jamaah lainnya.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1

















































