Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengungkap alasan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih belum bisa melintas keluar Selat Hormuz.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menjelaskan kedua kapal masih tertahan lantaran situasi di Selat Hormuz saat ini belum sepenuhnya normal.
Menurutnya, jalur vital pelayaran minyak global itu masih berada dalam kondisi sensitif masa perang. Setiap kapal yang melintas harus mengikuti prosedur ketat dari otoritas Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan," kata Boroujerdi di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4) dikutip Detik News.
Ia menjelaskan kapal-kapal yang hendak melintas Selat Hormuz wajib melalui proses koordinasi dan negosiasi dengan pihak penjaga keamanan Iran. Protokol tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan di tengah situasi konflik.
"Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran," imbuhnya.
Boroujerdi menegaskan Iran pada prinsipnya tidak menutup akses, tetapi seluruh kapal harus mematuhi aturan yang berlaku di wilayah tersebut.
"Semua harus melalui protokol yang ditetapkan," pungkasnya.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di Teluk Arab masih diupayakan untuk bisa melintas Selat Hormuz.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan kedua kapal tersebut, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih terus diupayakan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Ia mengatakan hingga saat ini Kemlu secara aktif masih menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.
"Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz," ujar Vega dalam keterangan resmi tertulis, Rabu (8/4).
PIS bersama dangan Kemlu terus memantau perkembangan setiap hari dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," imbuhnya.
(pta)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
7

















































