Ini 8 Daftar Negara Paling Terpukul Ekonominya Imbas Konflik Iran

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari mulai menimbulkan dampak ekonomi di berbagai negara, termasuk di Asia dan Asia Tenggara.

Konflik yang meluas ke kawasan Timur Tengah tersebut memicu gangguan pada fasilitas energi, jalur pelayaran, hingga distribusi bahan bakar dunia.

Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Jalur laut sempit itu dilintasi sebagian besar kapal tanker minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan jalur tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia yang pada awal Maret menembus lebih dari US$100 per barel, level tertinggi sejak 2022. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis energi global.

Sejumlah negara yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah mulai merasakan dampaknya. Pemerintah di beberapa negara bahkan mengambil langkah darurat, mulai dari penghematan energi hingga perubahan kebijakan kerja untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Berikut beberapa negara yang mulai merasakan dampak ekonomi dari konflik tersebut.

1. Filipina
Filipina menjadi salah satu negara yang paling cepat merespons dampak konflik di Timur Tengah. Presiden Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr memutuskan menerapkan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan untuk mengurangi konsumsi energi nasional.

"Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita," kata Marcos dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 9 Maret dan awalnya berlaku bagi kantor-kantor pemerintah. Namun layanan publik penting seperti polisi dan pemadam kebakaran tetap beroperasi normal.

Pemerintah Filipina memperkirakan penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar domestik. Harga bensin diperkirakan naik sekitar 7,48 peso per liter, solar 17,28 peso, dan minyak tanah 32,35 peso per liter.

Filipina sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Sekitar 96 persen kebutuhan minyak negara tersebut berasal dari wilayah itu, sehingga gangguan distribusi langsung memengaruhi stabilitas energi domestik.

Sebagai langkah penghematan, pemerintah memerintahkan seluruh instansi mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar sebesar 10-20 persen, melarang perjalanan dinas luar negeri bagi aparatur negara, serta mengalihkan sebagian rapat ke sistem daring.

2. Thailand
Thailand juga mulai menerapkan kebijakan penghematan energi setelah konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar.

Perdana Menteri sementara Anutin Charnvirakul meminta pegawai negeri bekerja dari rumah serta menangguhkan perjalanan dinas ke luar negeri.

Pemerintah juga mendorong kantor pemerintah dan swasta menaikkan suhu pendingin ruangan menjadi 26-27 derajat Celsius untuk menghemat listrik. Selain itu, pegawai diminta mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengurangi penggunaan lift, serta mengalihkan rapat ke platform virtual.

Thailand sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Sekitar 74 persen minyak negara tersebut diimpor dari Teluk Persia.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah bahkan mempertimbangkan mematikan lampu papan reklame dan menutup SPBU pada pukul 22.00 malam apabila situasi konflik semakin memburuk.

Di sektor energi, pemerintah juga berencana menurunkan harga gasohol E20 untuk menekan konsumsi bensin serta meningkatkan penggunaan diesel B7 berbasis minyak sawit guna mengurangi ketergantungan pada diesel murni.

Meski demikian, pemerintah Thailand menyatakan pasokan bahan bakar nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman.

3. Vietnam
Vietnam juga mulai mengambil langkah pencegahan terhadap potensi lonjakan konsumsi bahan bakar di dalam negeri.

Pemerintah mendorong perusahaan dan instansi untuk menerapkan kerja dari rumah apabila memungkinkan sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan dan konsumsi energi.

Di sejumlah kota besar, antrean panjang mulai terlihat di beberapa stasiun pengisian bahan bakar. Seorang warga dilaporkan harus mengantre hingga satu jam hanya untuk mengisi tangki kendaraan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum atau bahkan sepeda.

Vietnam sejauh ini belum mengalami krisis bahan bakar secara nasional. Namun media lokal melaporkan puluhan SPBU kecil mulai mengurangi jam operasional atau tutup sementara karena pasokan menipis.

Ketergantungan Vietnam terhadap energi dari Timur Tengah juga cukup besar. Sekitar 87 persen kebutuhan minyak negara tersebut berasal dari kawasan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |