Hati-hati, Jangan Sembarang Klik Chat HP Kalau THR Tak Mau Raib!

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebaran menjadi salah satu momen yang kerap dimanfaatkan penjahat siber untuk menjalankan aksinya, salah satunya dengan metode phishing. Oleh karena itu, kita tidak boleh asal klik link jika tak ingin rekening dikuras penipu.

Whitepaper dari VIDA bertajuk "VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook" membahas bagaimana lonjakan scam kerap terjadi pada periode pencairan dana secara massal, khususnya saat momen pencairan tunjangan hari raya (THR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada momen ini, aktivitas pembayaran digital masyarakat meningkat tajam, sehingga menciptakan kondisi ramai transaksi yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk menyusupkan modus penipuan yang terlihat meyakinkan.

Di luar periode THR, whitepaper ini juga menyoroti pola berulang yang disebut "payday pulse", yaitu peningkatan risiko yang muncul hampir setiap bulan pada rentang tanggal 25-28, selaras dengan periode pencairan gaji.

Pola ini memperkuat temuan bahwa scam semakin terjadwal dan mengikuti momentum nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mencatat bahwa penipuan kerap terjadi melalui aplikasi pesan dan media sosial.

Berdasarkan data CekRekening.id pada periode 2017-31 Oktober 2025, total laporan aduan terkait nomor rekening bank dan nomor e-wallet yang terindikasi digunakan dalam penipuan paling banyak muncul melalui aplikasi pesan, dengan akumulasi 396.691 laporan.

Sementara itu, kasus yang terjadi di media sosial berada di urutan berikutnya dengan total 281.050 laporan.

Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku kerap memanfaatkan kanal yang paling dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga pesan, tautan, maupun dokumen yang terlihat wajar dan mendesak lebih mudah dipercaya.

Kondisi tersebut kerap terjadi karena masih adanya kecenderungan sebagian masyarakat untuk langsung merespons tanpa verifikasi saat menerima pesan, tautan, atau dokumen.

"Di periode pencairan THR, satu tautan palsu yang terlihat meyakinkan bisa memicu account takeover atau pencurian data dalam hitungan detik. Siapa pun bisa terjerat. Karena itu, 'Jangan Asal Klik' kami kemas dalam format video edukatif yang ringan dan mudah dipahami, menargetkan lintas generasi, terutama generasi muda yang aktif di media sosial dan aplikasi pesan singkat," ujar Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang dalam keterangannya, Kamis (12/3).

Merespons isu ini, VIDA memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan masyarakat dalam membangun kebiasaan digital yang lebih aman. Berikut tipsnya:

  • Jangan klik link dari pesan tidak dikenal, apalagi yang menciptakan rasa panik
  • Jangan bagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi dalam bentuk apa pun
  • Waspadai file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan
  • Verifikasi ulang setiap permintaan transfer dana, meski mengatasnamakan orang terdekat

Belanja online dan privasi

Terpisah, Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) juga memberikan beberapa tips agar aman beraktivitas di ruang digital, salah satunya saat berbelanja online.

Dalam hal ini, masyarakat diimbau untuk menjaga keamanan dalam bertransaksi agar tak menjadi korban oknum penipu. Tips pertama yang bisa diterapkan adalah mengutamakan belanja di Official Store atau penjual dengan reputasi dan ulasan yang jelas.

"Hindari toko dengan profil yang mencurigakan," kata BSSN di Instagramnya, Minggu (15/3).

Kemudian, selalu gunakan fitur rekening bersama di aplikasi marketplace. Masyarakat diimbau menghindari permintaan transfer langsung ke rekening pribadi penjual guna menghindari potensi penipuan.

Selain itu, pastikan menggunakan jaringan internet pribadi yang aman. Hindari penggunaan Wi-Fi publik saat memasukkan data sensitif seperti nomor kartu atau akses m-banking.

Menjaga privasi juga bisa menjadi salah satu langkah untuk melindungi diri di ruang digital.

BSSN mengimbau untuk tidak mengunggah data sensitif ke media sosial, seperti barcode tiket perjalanan atau nomor identitas pribadi.

[Gambas:Instagram]

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |