DK PBB Kutuk Serangan Tewaskan 3 Prajurit TNI di Pos UNIFIL di Lebanon

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), termasuk Amerika Serikat, kompak mengutuk serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI.

Ketiga anggota TNI tersebut tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan pada Rabu (1/4), DK PBB juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tentara Indonesia.

"Anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia," demikian pernyataan DK PBB, seperti dikutip Anadolu Agency.

DK PBB turut mendoakan prajurit TNI yang terluka agar diberikan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya. Badan itu memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabadian prajurit dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

"(Kami) memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional, dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL," demikian pernyataan DK PBB.

Tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan UNIFIL tewas dalam dua serangan di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.

Serangan pertama terjadi pada Minggu di pos unit Indonesia di dekat desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.

Serangan kedua terjadi pada Senin saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.

Serangan ini juga melukai sejumlah personel, dengan rincian tiga terluka pada Minggu dan dua lainnya terluka pada Senin.

PBB telah memulai penyelidikan atas dua insiden tersebut.

DK PBB menegaskan dukungan penuhnya kepada UNIFIL dan menyerukan semua pihak menjamin keselamatan dan keamanan personel, fasilitas, serta kebebasan bergerak sesuai hukum internasional. DK PBB mendesak seluruh pihak terkait menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian.

DK PBB menegaskan pasukan penjaga perdamaian sama sekali tidak boleh dijadikan sasaran. Mereka menyerukan semua pihak harus mengimplementasi penuh Resolusi 1701 dan menekankan kembali dukungan kuat untuk kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan Lebanon.

Pernyataan DK PBB ini sama sekali tidak menyinggung Israel, yang melancarkan invasi sewenang-wenang ke Lebanon selatan. Pernyataan ini juga tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seorang sumber keamanan PBB pada Selasa (31/3) mengatakan kepada AFP bahwa personel TNI yang tewas pada Minggu terkena tembakan yang diluncurkan dari tank Israel. Puing-puing dari peluru tank Negeri Zionis ditemukan di lokasi kejadian.

Sementara itu, dua personel TNI yang gugur pada Senin disebut terkena ledakan yang kemungkinan berasal dari ranjau.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |