Dilarang 'Nyeker' ke Toilet Pesawat, Ini Alasannya

4 hours ago 4

CNN Indonesia

Senin, 16 Mar 2026 12:18 WIB

Dalam penerbangan jarak jauh, masih ditemukan penumpang yang pergi ke toilet tanpa alas kaki. Padahal, kebiasaan itu sangat tak disarankan. Ilustrasi. Dalam penerbangan jarak jauh, masih ditemukan penumpang yang pergi ke toilet tanpa alas kaki. (iStockphoto/undefined undefined)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebiasaan penumpang selama berada di dalam pesawat berbeda-beda. Tak jarang pramugari menemukan penumpang yang keliru dan tetap melakukan kebiasaan buruk.

Padahal, kebiasaan buruk itu bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga bisa membuat penumpang lain tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pramugari bekerja keras memastikan penerbangan berjalan aman dan nyaman untuk semua penumpang, terkadang masih ada saja penumpang yang 'ngeyel'. Salah satunya adalah penumpang yang seenaknya berjalan ke toilet pesawat tanpa menggunakan alas kaki.

Bagi sebagian orang, mungkin berjalan tanpa alas kaki ke toilet bukan hal yang aneh. Baru-baru ini seorang pramugari mengungkapkan bahwa kebiasaan ini ternyata sering terjadi di dalam pesawat.

"Penumpang menggunakan kamar mandi sepanjang waktu di pesawat dengan kaki telanjang atau hanya memakai kaus kaki," ungkap seorang pramugari di maskapai penerbangan komersial, Elizabeth Regan, mengutip Huff Post.

Ada bahaya yang tak disadari oleh penumpang dari kebiasaan ini. Tak ayal hal ini pun membuat pramugari cemas karena banyaknya kuman di dalam toilet.

Oleh karena itu, Regan mengimbau penumpang agar berhenti melakukan kebiasaan tersebut. Selain tidak higienis, berjalan nyeker ke kamar mandi juga dianggap tidak sopan dan mengganggu penumpang lain.

"Itu [berjalan kaki tanpa alas kaki ke kamar mandi] benar-benar tidak bersih," tekannya.

Direktur Planet 9 sekaligus mantan pramugari komersial, Hilary Clark juga memiliki kekhawatiran yang sama ketika melihat penumpang yang pergi ke toilet tanpa menggunakan alas kaki. Dari pelatihan yang telah diikutinya, Clark belajar bahwa cairan yang ada di lantai toilet bukan air biasa, melainkan rumah dari segudang kuman dan bakteri.

Faktanya, toilet umum adalah titik berkumpulnya kuman. Sebuah studi TravelMath tahun 2015 menemukan bahwa tombol siram di toilet pesawat mengandung 265 unit bakteri colony forming units (CFU). CFU digunakan untuk menghitung jumlah bakteri yang hidup di area tersebut.

Meskipun sebenarnya sebagian besar kuman ini bukanlah ancaman besar bagi orang dewasa yang sehat, tapi akan lebih baik jika penumpang mengurangi risiko terpapar kuman. Cara untuk menghindarinya adalah dengan menggunakan alas kaki saat ke toilet.

"Toilet pesawat sering digunakan oleh banyak penumpang selama penerbangan, menyebabkan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, tombol siram, keran wastafel, dan kursi toilet menjadi terkontaminasi dengan berbagai patogen (penyebab penyakit)," jelas dokter penyakit menular sekaligus Direktur Medis di MetroPlus Health, Dahlia Philips.

Philips menegaskan, berjalan ke toilet pesawat tanpa alas kaki bisa membuat permukaan kaki langsung terkena bakteri, virus, hingga jamur. Ini akan semakin berbahaya jika masuk melalui luka atau lecet yang ada di kaki.

Minimal, kata Philips, jika ingin ke toilet pesawat, maka gunakan pelindung kaki seperti kaus kaki. Setidaknya ini bisa menghindari kontak langsung dengan lantai toilet yang kotor.

Cara agar aman dari penularan penyakit di pesawat

Kepada Divisi Penyakit Menular di VCU Health, Gonzalo Bearman ikut menambahkan beberapa tindakan pencegahan lain yang perlu diperhatikan oleh penumpang selama di pesawat.

Pencegahan pertama untuk menghindari tertular infeksi penyakit adalah penumpang harus rajin mencuci tangan dengan benar. Utamanya, cucilah tangan setelah menggunakan kamar mandi pesawat.

Kedua, biarkan toilet dalam kondisi tertutup saat disiram. Hal ini bisa meminimalisasi risiko penyebaran partikel mikroskopis dari pembilasan toilet.

Tindakan ketiga, gunakan penutup kursi toilet atau melapisinya dengan tisu/kertas. Ini juga berlaku saat hendak membuka dan mematikan keran, sebaiknya gunakan tisu untuk menghindari kontak langsung.

Terakhir, hindari menyentuh wajah setelah menggunakan toilet. Selain itu, hindari minum atau berkumur dengan air wastafel di toilet pesawat.

(ana/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |