CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 13:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Menyambut perayaan satu abad kelahiran Pramoedya Ananta Toer, Falcon Pictures resmi meluncurkan Bumi Manusia Extended. Karya alih wahana tersebut mulai tayang secara eksklusif di layanan streaming KlikFilm pada Kamis (5/3).
Berbeda dengan versi layar lebar, versi extended ini memiliki durasi enam jam atau dua kali lipat dari durasi aslinya saat rilis pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat durasinya yang panjang, pihak produksi mengemasnya dalam format serial enam bagian yang akan tayang setiap hari Senin dan Kamis.
Format ini dipilih untuk memberikan ruang bagi narasi yang lebih utuh dan mendalam mengenai perjuangan Minke, Annelies, dan karakter ikonik Nyai Ontosoroh.
Produser Frederica pada Februari 2025 sempat menjelaskan bahwa film ini sejatinya memang memiliki potongan awal berdurasi enam jam.
"Awalnya itu kami punya hampir enam jam karena waktu itu kami enggak mau dibagi jadi dua part," ungkap Frederica waktu itu.
"Akhirnya kami kemas menjadi satu film yang sudah rilis beberapa tahun lalu, yang mana adalah tiga jam. Kami punya sekian jam yang masih ada sampai sekarang."
Melalui versi ini, penonton menyiarkan detail cerita yang jauh lebih berkembang. Berdasarkan keterangan resmi KlikFilm, versi ini tidak hanya memperdalam dialog dan emosi, tetapi juga memperkaya lapisan sosial-politik yang menjadi ruh utama karya Pramoedya.
Kehadiran Bumi Manusia Extended di KlikFilm pada Maret 2026 ini menjadi rangkaian pembuka penghormatan terhadap dedikasi luar biasa Pramoedya Ananta Toer dalam dunia literasi Indonesia selama satu abad terakhir.
Lahir pada 6 Februari 1925 di Blora, Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu sastrawan yang paling berpengaruh. Perjalanan hidup Pramoedya penuh dengan tantangan, termasuk saat ia diasingkan ke Pulau Buru pada 1969 oleh rezim Orde Baru.
Di tengah keterbatasan dan larangan menulis, ia mulai menyusun narasi kisah Minke setelah mendapatkan bantuan kertas dan pena dari jurnalis Bur Rasuanto.
Naskah Bumi Manusia sendiri baru selesai ditulis pada 1975 dan resmi terbit pada tahun 1980, meski setahun kemudian sempat dilarang diedarkan oleh pemerintah karena dianggap menyebarkan ajaran tertentu.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu dan melalui tangan sutradara Hanung Bramantyo serta penulis naskah Salman Aristo, kisah tersebut kembali hidup.
Film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Mawar de Jongh, dan Sha Ine Febriyanti ini sebelumnya telah meraih kesuksesan besar dengan 1,3 juta penonton serta 12 nominasi di Festival Film Indonesia 2019.
(gis/end)

3 hours ago
6















































