Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 58 persen produksi dari perusahaan di seluruh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ditujukan untuk ekspor atau dikirim ke pasar global.
"Jadi rata-rata perusahaan dalam KEK lebih banyak berorientasi untuk pasar global sekitar 58 persen," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam Media Gathering Dewan Nasional KEK di Aryaduta Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
Sementara itu, untuk sisanya atau sebesar 42 persen produksi di seluruh KEK ditujukan untuk pasar domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sisanya 42 persen adalah memang produk-produk yang dipasarkan untuk pasar domestik," terangnya.
Begitu juga dengan bahan baku yang digunakan untuk kegiatan perusahaan di seluruh KEK mayoritas berasal dari dalam negeri sebesar 58 persen. Sisanya menggunakan bahan baku yang berasal dari luar negeri.
"Jadi hanya 42 persen bahan baku yang dipakai dalam kegiatan perusahaan atau kegiatan ekonomi di KEK itu berasal dari luar negeri. Sisanya sekitar 58 persen adalah bahan baku yang memang dihasilkan di dalam negeri," ungkap Edy.
Dengan demikian, Edy menekankan masih banyak bahan baku dari dalam negeri yang mudah diolah menjadi produk-produk bernilai. Terlebih produk yang bisa ditujukan untuk ekspor.
"Artinya masih banyak bahan baku yang di dalam negeri yang mudah diolah di produk-produk secara nilai," pungkasnya.
(fln/ins)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
3















































