Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khaemeni terluka dan mengalami cacat di wajah.
Hegseth menyebut Mojtaba mengalami luka, sehingga mempertanyakan kemampuannya memimpin Iran setelah resmi dipilih jadi pemimpin baru.
Pesan perdana Mojtaba Khamenei muncul dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang presenter di televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mojtaba Khamenei sendiri ditunjuk jadi pemimpin baru Iran pada Senin (9/3), usai kematian Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba menegaskan bakal terus "menjaga" Selat Hormuz tetap tertutup, dan menyerukan negara-negara tetangga di kawasan menutup pangkalan AS di wilayah mereka atau berisiko menjadi sasaran Iran.
"Kita tahu bahwa pemimpin yang disebut-sebut itu sedang terluka dan kemungkinan mengalami cacat wajah," kata Hegseth, seperti dikutip Reuters.
"Dia mengeluarkan pernyataan kemarin. Pernyataan yang lemah, sebenarnya, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Itu adalah pernyataan tertulis," imbuhnya.
Hegseth juga menyebut, Mojtaba Khamenei tak punya legitimasi.
"Iran memiliki banyak kamera dan banyak perekam suara. Mengapa pernyataan tertulis? Saya pikir Anda tahu alasannya. Ayahnya meninggal. Dia takut, dia terluka, dia buron, dan tidak memiliki legitimasi," kata dia.
Secara terpisah, seorang pejabat Iran mengatakan pemimpin tertinggi yang baru diangkat itu mengalami luka ringan, namun "terus beroperasi".
Dalam pesan perdananya pada Kamis (12/3), Mojtaba menegaskan Iran bakal terus menutup Selat Hormuz di tengah perang.
Dia juga mengatakan Iran bakal terus menggempur pangkalan AS di Timur Tengah, namun sambil menjaga persahabatan dengan negara-negara Arab.
"Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran," kata Mojtaba.
Majelis Ahli memilih Mojtaba Khamenei, untuk menduduki jabatan tertinggi di Iran tersebut.
Sejauh ini, badan beranggotakan 88 ulama tinggi itu baru satu kali mengawasi proses transisi kepemimpinan, yakni ketika Ali Khamenei dipilih pada 1989 setelah Ruhollah Khomeini wafat.
Lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad di Iran timur, Mojtaba Khamenei merupakan salah satu dari enam anak Ali Khamenei.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2

















































