AS Klaim Hancurkan 16 Kapal Ranjau Iran di Selat Hormuz

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat mengeklaim telah menghancurkan sebanyak 16 kapal penebar ranjau milik Iran di dekat Selat Hormuz, pada Selasa (10/3).

Klaim tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan setiap ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut harus segera disingkirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pihaknya menghancurkan sejumlah kapal Iran dan membagikan video serangan tersebut.

Sementara itu, Trump menyatakan AS telah sepenuhnya menghancurkan sebanyak 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif di wilayah itu.

"Saya dengan senang hati melaporkan dalam beberapa jam terakhir, kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan sebanyak 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif, dan operasi lainnya akan menyusul," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters.

Trump juga mengancam Iran dengan konsekuensi militer berat jika menempatkan ranjau di Selat Hormuz.

"Jika Iran telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan bahwa mereka melakukannya, kami ingin ranjau itu segera disingkirkan!" kata Trump.

"Jika dengan alasan apa pun ranjau dipasang dan tidak segera dihapus, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," tambah dia.

Trump menambahkan AS menggunakan teknologi dan kemampuan rudal yang sama saat operasi melawan pengedar narkoba untuk menghancurkan kapal yang mencoba menebar ranjau di Selat Hormuz.

CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan militer di laut serta mengganggu pelayaran internasional.

Sebelumnya pada hari yang sama, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Amerika Serikat belum menutup kemungkinan mengirim pasukan darat ke Iran.

Ia menambahkan operasi militer di negara Teluk Persia itu akan berakhir setelah tujuan Operasi Epic Fury tercapai.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |