CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Ada banyak efek kesehatan yang bisa terjadi jika minum soda setiap hari. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Minuman berkarbonasi kian populer, baik dalam bentuk soda manis maupun sparkling water. Sensasi berbuih yang menyegarkan membuat banyak orang menjadikannya pilihan minuman harian.
Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika minum soda setiap hari?
Secara umum, soda adalah minuman berkarbonasi. Perbedaannya terletak pada kandungannya. Soda manis mengandung gula tambahan atau pemanis buatan, sedangkan sparkling water hanyalah air yang diberi karbon dioksida tanpa tambahan gula.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jenis sparkling water juga mengandung mineral alami seperti kalsium, magnesium, atau natrium, terutama pada sparkling mineral water. Ada pula varian berperisa yang umumnya rendah kalori.
Ahli gizi di Los Angeles, Laura Hershey, mengatakan sparkling water tetap mampu menghidrasi tubuh layaknya air putih biasa. Artinya, jika seseorang kesulitan minum air putih dan lebih menyukai sensasi berkarbonasi, minuman ini tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
"Banyak orang tidak minum cukup air. Jika mereka minum soda setiap hari dan itu membantu mencukupi kebutuhan cairan, itu tetap langkah positif," ujar Laura, seperti dikutip dari Real Simple.
Namun, manfaat mineral dalam sparkling mineral water tidak bisa disamakan dengan asupan dari makanan. Ahli gizi di New York City, Adiana Castro, menegaskan jumlah mineral dalam minuman tersebut relatif kecil.
"Kandungan mineralnya minimal dan tidak bisa menggantikan asupan dari makanan," kata Castro.
Konsumsi sparkling water setiap hari juga dapat berdampak positif jika digunakan sebagai pengganti minuman tinggi gula atau alkohol. Sensasi karbonasi memberikan pengalaman mirip soda manis, tetapi tanpa tambahan kalori.
Ahli gizi di Houston, Jessica Clancy Strawn, menyebutkan bahwa mengganti minuman beralkohol dengan sparkling water bisa membawa manfaat tambahan, seperti kualitas tidur yang lebih baik, asupan kalori lebih rendah, serta pola nafsu makan yang lebih stabil.
Karbonasi sendiri dapat menimbulkan rasa kenyang sementara karena menyebabkan sedikit peregangan pada lambung. Efek ini memang bisa membantu mengendalikan rasa lapar, tetapi pengaruhnya relatif kecil dan bukan solusi utama untuk menurunkan berat badan.
Risiko soda manis
Berbeda dengan sparkling water tanpa gula, soda manis mengandung gula tambahan yang jika dikonsumsi setiap hari dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, hingga gangguan metabolik dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, kandungan gula dan sifat asam pada soda manis juga lebih berisiko terhadap kesehatan gigi dibandingkan sparkling water tanpa gula.
Baik soda manis maupun sparkling water sama-sama mengandung karbonasi yang bersifat sedikit asam. Jika dikonsumsi berlebihan setiap hari, minuman ini berpotensi mengikis enamel gigi.
Para ahli menyarankan menggunakan sedotan atau berkumur dengan air putih setelah minum minuman berkarbonasi untuk membantu melindungi gigi.
Bagi sebagian orang dengan sistem pencernaan sensitif, karbonasi juga dapat memicu kembung, gas, atau memperburuk refluks asam lambung.
Meski sebagian besar sparkling water berlabel nol kalori dan tanpa gula, konsumen tetap perlu membaca label dengan cermat. Beberapa produk berperisa mengandung tambahan jus buah yang menambah karbohidrat. Sementara itu, tonic water umumnya mengandung gula tambahan.
Jika dikonsumsi setiap hari, varian yang mengandung gula tetap berisiko meningkatkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.
Sparkling water tanpa gula relatif aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar. Sebaliknya, konsumsi soda manis sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3

















































