Apa Itu CNG yang Digadang-gadang Jadi Pengganti LPG 3 Kg?

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana mengganti LPG 3 kg dengan Compressed Natural Gas (CNG). Proses uji coba penggunaan CNG di tabung gas 3 kg tengah dilakukan dan diharapkan bisa diimplementasikan tahun ini.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan substitusi ini adalah salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah sebagai alternatif mengurangi impor LPG yang mencapai 7 juta ton per tahun dari kebutuhan nasional sekitar 8,6 juta ton per tahun.

"CNG ini untuk 3 kg masih kita melakukan exercise dan uji-coba terhadap tabungnya," kata Bahlil ditemui di Kantornya, Rabu (6/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa itu CNG?

CNG adalah bahan bakar yang berasal dari gas bumi, dengan unsur utamanya metana, yang telah dimampatkan dan dipertahankan serta disimpan pada bejana bertekanan khusus.

Dalam website Kementerian ESDM disebutkan dijelaskan apa itu CNG. CNG tetap berbentuk gas, sedangkan LPG bentuknya cair. Oleh sebab itu, LNG dinilai lebih aman karena apabila terjadi kebocoran, maka bahan bakar gas akan membumbung ke udara dan sulit untuk membentuk campuran yang mampu terbakar di udara.

Kemudian, berat jenis CNG lebih ringan dibandingkan dengan berat jenis udara, yaitu sekitar 0,55-0,80 berbanding 1, sehingga apabila terjadi kebocoran akan menguap ke atas atau ke atmosfir.

CNG mempunyai nilai oktan kurang lebih sekitar 120, nilai kalor pembakaran antara 9.000-11.000 Kcal/ Kg atau ± 38-47 MJ/Kg.

Selain itu, CNG adalah bahan bakar murah dan ramah lingkungan karena memiliki unsur utama metana dan etana yang mempunyai perbandingan jumlah atom hidrogen terhadap atom karbon yang lebih tinggi. Proses pemurnian bahan bakar gas tidak menggunakan TEL (zat adiktif untuk meningkatkan angka oktan).

Karena lebih murah dan ramah lingkungan, CNG saat ini sering digunakan sebagai alternatif bensin dan solar. Emisi karbon dan polusinya lebih rendah dibanding bahan bakar minyak, sehingga banyak dipakai untuk bus, taksi, truk, hingga kendaraan operasional.

Pada 2013 lalu, pemerintah sudah melakukan diversifikasi BBM ke bahan bakar gas menggunakan CNG pada sektor transportasi. Saat ini, beberapa kendaraan publik sudah menggunakan gas atau disebut BBG.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |