Ada 'Hotel' Louis Vuitton di Bangkok, Pamerkan Sejarah Motif Monogram

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 11 Mar 2026 12:45 WIB

Louis Vuitton membuat pop-up hotel di Bangkok, Thailand hingga 15 Maret mendatang. Bukan untuk diinapi, hotel ini menghadirkan sejarah panjang motif monogram. Louis Vuitton hotel pop-up di Bangkok, Thailand. (Foto: Louis Vuitton)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pop-up hotel Louis Vuitton resmi dibuka sejak medio Februari lalu di distrik Yaowarat, Bangkok. Pameran sementara ini menampilkan hotel dengan kamar-kamar yang terinspirasi dari produk jenama fesyen kelas atas Louis Vuitton.

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-130 motif monogram, Louis Vuitton membuka pameran imersif berkonsep hotel klasik yang mewah di kawasan bersejarah Bangkok, Thailand. Motif monogram yang kini menjadi ikon terkenal merek LV tersebut dirancang oleh Georges Vuitton pada tahun 1896.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Channel News Asia, pop-up hotel Louis Vuitton yang menjadi perayaan ulang tahun motif monogram tersebut bukan hanya digelar di Bangkok, tetapi juga di tiga kota lainnya yaitu Seoul (Korea Selatan), New York (Amerika Serikat), dan Shanghai (China).

Bertajuk 'Pop-up Louis Vuitton 130 Monogram Anniversary Hotel', pameran imersif ini bisa dikunjungi selama periode 11 Februari-15 Maret 2026. Berlokasi di Baan Trok Tua Ngork, 306 Thanon Santiphap, Bangkok, pengunjung yang ingin datang perlu melakukan reservasi kunjungan secara online terlebih dahulu.

Gedung tua Baan Trok Tua Ngork yang usianya lebih dari satu abad disulap menjadi hotel yang memberi pengalaman imersif menjelajahi sejarah panjang motif monogram yang legendaris.

Hotel ini tidak memiliki kamar yang bisa dipesan untuk menginap, tetapi pengunjung dapat menjamah lima ruangan utama dengan konsep lima tas monogram paling terkenal dari Louis Vuitton.

Ketika pertama kali memasuki pop-up hotel Louis Vuitton, pengunjung akan langsung menuju ruang lobby hotel yang diberi nama "Keepall", tas jinjing LV yang rilis pada tahun 1930. Tas ini menandai babak baru dalam dunia travel bag yang bisa dilipat.

Tepat di samping lobby Keepall, terdapat ruang "Speedy P9". Ruangan ini terinspirasi dari tas Speedy klasik karya Direktur Kreatif Louis Vuitton Men, Pharrel Williams.

Tas tersebut pertama kali tampil di publik pada tahun 2024 di Paris. Sejak saat itu, tas Speedy menjadi sorotan setelah dipakai oleh Rihanna, J-Hope BTS, Lionel Messi, hingga LeBron James.

Seperti hotel yang memiliki fasilitas gym, di lantai tiga gedung ini terdapat "Neverfull Gym". Tas tote Neverfull pertama kali diluncurkan pada tahun 2007, menjadi pilihan populer di kalangan pecinta tas ringkas dengan kapasitas besar. Tas ringan seberat 800 gram (g) ini bisa menampung beban hingga 100 kilogram (kg).

Setelah 'berolahraga' di ruang gym, pengunjung juga bisa bergeser ke bar. "Noe Bar" adalah sebuah ruangan imersif seperti bar yang terinspirasi dari tas Noe. Tas ini diproduksi pada tahun 1932 atas permintaan bos Sampanye, dirancang untuk dapat membawa lima botol sampanye.

Sementara di lantai paling atas terdapat "Teras Alma", sudut yang terinspirasi dari tas dengan pegangan atasnya berbentuk kubah Place de L'Alma di Paris. Ruangan ini terlihat hidup, menampilkan teras berlatar layar buatan dengan pemandangan kota Paris. Seakan teras hotel menghadap ke ibu kota.

Di lantai yang sama, pengunjung juga dapat menelusuri kembali sejarah tas Speedy 1930 melalui instalasi telepon vintage yang menarik. Tas ini diklaim sebagai tas LV yang paling terkenal.

(ana/asr)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |