CNN Indonesia
Selasa, 28 Apr 2026 13:15 WIB
Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia --
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) resmi memberlakukan aturan baru bagi aktivitas wisata bahari. Kini, wisatawan yang hendak melakukan penyelaman (diving) di kawasan TN Komodo dibatasi maksimal hanya 20 menit per kapal untuk setiap titik selam atau dive site.
Kebijakan ini mewajibkan para penyelam untuk bergantian dengan rombongan dari kapal lain guna menjaga kelestarian ekosistem bawah laut.
"Selang waktu antarpenyelam (tiap kapal) adalah 20 menit. Intervalnya dipatok 20 menit," ujar Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Minggu (26/4), seperti dilansir Detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hengki, sapaan akrabnya, menekankan bahwa regulasi ini hanya berlaku untuk kegiatan diving. Sementara itu, aktivitas snorkeling atau berenang di permukaan air masih mengikuti ketentuan sebelumnya tanpa pembatasan waktu serupa.
Pengaturan interval waktu ini diambil bukan tanpa alasan. Hengki menjelaskan ada dua tujuan utama di balik kebijakan tersebut.
Tujuan yang pertama adalah mencegah penumpukan wisatawan di satu titik dalam waktu bersamaan. Hal ini krusial untuk melindungi terumbu karang dari risiko kerusakan fisik akibat padatnya aktivitas manusia.
Selain itu, Hengki juga membeberkan bahwa dengan sistem antrean yang teratur, wisatawan diharapkan dapat menikmati keindahan bawah laut dengan lebih tenang tanpa terganggu oleh kepadatan penyelam lain.
Peta 42 Titik Selam di TN Komodo
Perairan TN Komodo menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, mulai dari terumbu karang, pari Manta, hiu, hingga ikan Napoleon. Saat ini, terdapat total 42 dive site yang tersebar di tiga zona utama:
- Zona Utara (North): Menawarkan spot menantang seperti Crystal Rock, Castle Rock, Shot Gun, hingga Lighthouse.
- Zona Tengah (Central): Menjadi favorit banyak turis dengan titik populer seperti Batu Bolong, Manta Point (Karang Makassar), Siaba Besar, dan Tatawa Kecil.
- Zona Selatan (South): Dikenal dengan keindahan Cannibal Rock, Manta Alley, dan Secret Garden.
Penanggung Jawab Divisi Marine BTNK, Ande Kefi, menambahkan bahwa karakteristik setiap titik sangat berbeda. "Daya tarik utamanya adalah terumbu karang dan megabentos. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua lokasi diving aman untuk snorkeling karena faktor arus yang sangat kencang," jelasnya.
Otoritas setempat juga melarang keras wisatawan untuk menyelam sendiri, karena kondisi arus di beberapa wilayah TN Komodo yang ekstrem dan sulit diprediksi.
Henki menambahkan penggunaan jasa pemandu profesional sangat diwajibkan demi menjamin prosedur keselamatan selama berada di bawah air.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
9

















































