Jakarta, CNN Indonesia --
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperpanjang layanan pos tanggap darurat selama dua pekan ke depan menyusul kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pos tanggap darurat diperluas untuk memudahkan keluarga korban memperoleh informasi, bantuan, hingga layanan pengaduan pascakeselakaan yang menewaskan belasan orang tersebut.
"Selanjutnya juga untuk pos tanggap darurat sampai hari ini ada di Stasiun Bekasi, juga ada di call center 121 kami. Dan kami akan extend pos tanggap darurat ini selama dua minggu ke depan, 14 hari, dan itu akan ada di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur ini," ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby menyebut hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat 14 orang, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban luka masih menjalani perawatan intensif di delapan rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
"Jumlah korban itu adalah 14 jiwa meninggal dunia. Ada 84 yang luka-luka, cuma 84 yang luka-luka ini sebagian besar masih dirawat di delapan rumah sakit. Tentunya kami, Pak Menteri (Perhubungan Dudy Purwagandhi), kemudian kami di KAI itu memberikan yang terbaik agar korban yang luka-luka ini segera pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa kembali," katanya.
Selain membuka pos layanan, KAI juga memastikan proses evakuasi rangkaian kereta yang terlibat tabrakan telah diselesaikan sepenuhnya. Menurut Bobby, seluruh gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang terdampak sudah berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian.
"Evakuasi dari kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen. Sekarang kalau dilihat juga lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir KRL yang terdampak, dan jalur hilirnya juga dari tadi malam juga sudah kita buka dan bisa beroperasi normal," ujarnya.
Meski jalur hilir sudah kembali difungsikan, KAI masih menutup sementara operasional KRL lintas Bekasi Timur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Untuk sementara, layanan Commuter Line hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi sambil menunggu evaluasi keselamatan lanjutan.
KAI juga menegaskan seluruh korban mendapatkan penanganan medis maksimal. Biaya pengobatan korban luka maupun biaya pemakaman korban meninggal disebut ditanggung penuh oleh perusahaan bersama asuransi.
Di sisi lain, barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kecelakaan saat ini diamankan melalui layanan lost and found dan didata bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.
Adapun kecelakaan maut ini bermula ketika sebuah taksi listrik Green SM Indonesia tertemper KRL di perlintasan Bulak Kapal pada Senin (27/4) malam.
Insiden itu membuat rangkaian KRL tujuan Jakarta berhenti di jalur. Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah tertahan tersebut sekitar pukul 20.57 WIB.
Benturan keras menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek merangsek ke gerbong paling belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita, dan menimbulkan kerusakan parah serta korban jiwa. Proses investigasi penyebab lengkap kecelakaan masih dilakukan oleh otoritas perkeretaapian bersama aparat terkait.
(del/ins)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
7

















































