Utusan Iran di PBB: 1.332 Warga Sipil Tewas dalam Perang

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani mengatakan sedikitnya 1.332 warga sipil tewas dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, sementara ribuan lainnya terluka.

Iravani menegaskan AS dan Israel sengaja menargetkan infrastruktur sipil. Sementara pihaknya menargetkan lokasi militer, bukan area warga sipil.

Ia juga mengatakan Iran tidak menargetkan fasilitas non-militer di negara-negara tetangga, serta sedang menyelidiki tuduhan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penilaian awal kami menunjukkan beberapa insiden mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan dari sistem pertahanan AS, yang bisa saja mengalihkan rudal dari target militer yang dimaksud," katanya kepada wartawan di markas PBB di New York City, Jumat (6/3) dikutip Reuters.

Ia juga menyinggung ucapan Presiden AS Donald Trump yang memaksa ingin punya suara dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Iravani menilai pernyataan Trump sebagai pelanggaran jelas terhadap prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.

"Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai prosedur konstitusi kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing," tambahnya.

Dalam wawancara dengan Reuters Kamis lalu, Trump juga memaksa dirinya harus memiliki suara dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi yang baru.

Ia juga menuntut Iran menyerah tanpa syarat sembari mendesak Teheran menerima pemimpin tertinggi baru, pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas pada hari pertama perang.

Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Presiden Iran mengumumkan sejumlah negara telah memulai upaya mediasi, yang dianggap menjadi salah satu sinyal pertama adanya inisiatif diplomatik untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Kepada Reuters, dua pejabat AS mengatakan penyelidik meyakini kemungkinan besar pasukan AS bertanggung jawab atas serangan ke sebuah sekolah perempuan di Iran. Aksi keji itu menewaskan ratusan anak. Namun, kesimpulan akhir belum dicapai.

Perang Iran melawan AS dan Israel pecah pada 28 Februari lalu. Konflik terjadi lantaran serangan provokasi Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terlebih dahulu ke Teheran, saat negosiasi program nuklir Iran sedang berjalan.

(pta)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |