Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump kembali sesumbar negosiasi Amerika Serikat dengan Iran akan segera selesai dan membuat semua pihak senang.
"Kami telah melakukan pekerjaan yang hebat, dan kami akan menyelesaikannya, dan semua orang akan senang," kata Trump saat wawancara dengan media radio, dikutip Anadolu Agency, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS dan Iran dijadwalkan akan menggelar putaran kedua negosiasi gencatan senjata pekan ini usai lebih dari sebulan perang. Di putaran pertama, pembicaraan berakhir buntu.
Namun, Iran memberi sinyal enggan terlibat dalam putaran kedua negosiasi.
Ketua parlemen Iran sekaligus ketua delegasi Iran di negosiasi putaran pertama Mohammad Ghalibaf menegaskan enggan bernegosiasi di bawah ancaman.
Menurut dia, Amerika Serikat melanggar gencatan dengan memberlakukan blokade di Selat Hormuz dan menyerang kapal-kapal Iran.
Ghalibaf juga menyebut pemerintahan Trump berupaya mengubah meja perundingan jadi meja penyerahan diri untuk membenarkan kembali provokasi perang.
"Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman," ungkap dia.
Di kesempatan ini, Trump juga memberi respons soal Iran menolak perundingan.
"Mereka akan bernegosiasi, dan jika tidak, mereka akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya."
Trump berharap AS-Iran bisa membuat kesepakatan yang adil dan rekonstruksi di Iran bisa segera dimulai.
Namun Trump juga mewanti-wanti Iran. Dia menginginkan Iran menghentikan program nuklir, Teheran juga meminta Washington menghargai hak mereka memperkaya uranium.
"Mereka akan membangun kembali negaranya, tetapi ketika mereka melakukannya, mereka tidak akan punya senjata nuklir," kata Trump.
"Mereka tidak akan memiliki akses ke, tidak ada peluang untuk memiliki senjata nuklir."
(bac/isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
9
















































