Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak dunia terus melonjak hingga menyentuh level US$92 per barel pada perdagangan Sabtu (7/3).
Mengacu pada laman Oil Price, minyak mentah berjangka Brent melonjak 8,52 persen ke US$92,69 per barel. Sementara, harga minyak mentah berjangka WTI AS tembus US$90,90 usai naik 12,2 persen.
Harga minyak terus bergolak seiring berlarutnya perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Perang meluas di Timur Tengah hingga memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang dilewati seperlima pengiriman minyak global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren kenaikan harga minyak diprediksi akan terus berlanjut jika perang masih terjadi.
Qatar memperingatkan perang ini bakal membuat harga minyak melesat hingga US$50 per barel dan menjatuhkan perekonomian dunia.
Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi mengatakan aksi saling serang di kawasan tersebut dapat menghentikan seluruh ekspor energi negara-negara Teluk dalam hitungan hari.
"Jika perang ini berlanjut selama beberapa minggu, pertumbuhan PDB di seluruh dunia akan terdampak. Harga energi semua negara akan naik. Akan terjadi kekurangan sejumlah produk dan akan muncul reaksi berantai ketika pabrik-pabrik tidak dapat memasok barang," kata Saad al-Kaabi kepada Financial Times, Jumat (6/3).
Meski tak terlibat perang, Indonesia dan negara dipastikan terkena dampaknya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa lonjakan harga minyak akan mendorong pelebaran defisit APBN.
Berdasarkan simulasi fiskal Kemenkeu, apabila harga minyak rata-rata tahunan mencapai US$92 per barel, maka defisit APBN diperkirakan bisa meningkat hingga 3,6-3,7 persen terhadap PDB.
"Kalau harga minyak naik ke US$92 per barel, apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB," ujarnya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3).
Pemerintah masih memperkirakan rata-rata harga minyak sepanjang tahun berada di kisaran US$72 per barel sehingga dinilai masih dalam batas aman bagi APBN.
(pta)

2 hours ago
2















































