Takut Dibunuh, Trump Desak Australia Beri Suaka ke Pemain Timnas Iran

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Australia untuk memberikan suaka kepada para pemain timnas putri Iran. Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat siap menerima mereka jika Australia menolak.

Seruan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa para pemain timnas Iran tidak akan aman jika mereka kembali ke Iran setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan negaranya sebelum pertandingan pertama mereka di Piala Asia Wanita 2026 di Australia.

Kini para pemain timnas putri Iran dijadwalkan pulang ke negaranya setelah tersingkir di babak penyisihan grup Piala Asia Wanita 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka dipastikan gugur setelah kalah dari Filipina pada pertandingan Minggu (8/3). Namun, laporan menyebutkan bahwa para pemain timnas putri Iran kini masih berada di Australia.

Pada Senin (9/3), sejumlah laporan menyatakan bahwa Australian Federal Police (AFP) membantu lima anggota skuad meninggalkan markas tim dan menuju sebuah rumah perlindungan setelah tim tersingkir dari turnamen.

Hingga kini Departemen Dalam Negeri Australia belum memberikan komentar terkait laporan tersebut. Namun Trump telah mendesak agar Australia mau memberikan suaka kepada para pemain timnas putri Iran. Hal itu disampaikan Trump melalui akun media X-nya.

"Australia melakukan kesalahan kemanusiaan yang mengerikan dengan mengizinkan tim sepak bola wanita nasional Iran dipaksa kembali ke Iran, di mana mereka kemungkinan besar akan dibunuh.

Jangan lakukan itu, Tuan Perdana Menteri, berikan suaka. AS akan menerima mereka jika Anda tidak mau. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden Donald J. Trump," tulis Trump.

[Gambas:Twitter]

Sebelumnya Federasi Pesepak Bola Profesional Dunia (FIFPRO) berharap para pemain timnas putri Iran dapat suaka dari pemerintah Australia.

FIFPRO mendorong agar FIFA dan AFC serta pemerintah Australia dapat menggunakan pengaruhnya guna memastikan keselamatan para pemain timnas putri Iran, yang masa depannya kini diliputi ketidakpastian di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah setelah mereka tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026.

Berbicara di Rapat Umum FIFPRO di Sydney, Presiden FIFPRO Asia/Oseania, Beau Busch mengatakan bahwa mereka belum bisa menghubungi timnas putri Iran. Tetapi, ia mengatakan situasi ini juga merupakan tanggung jawab FIFA, AFC, dan pemerintah Australia untuk memastikan para pemain tetap memiliki pilihan atas langkah mereka selanjutnya.

"Kami telah meminta [pemerintah Australia] untuk mengupayakan agar para pemain memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan," kata Busch dikutip dari Reuters.

"Ini adalah situasi yang sangat menantang. Mungkin ada pemain yang ingin kembali. Mungkin ada beberapa pemain dalam tim yang ingin mencari suaka, atau ingin tinggal di Australia lebih lama. Mungkin ada beberapa yang sangat khawatir tentang perjalanan pulang yang mungkin akan mereka tempuh," ucap Busch menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |