Sama-sama Ganti Pelatih, Kenapa Nasib Chelsea dan MU Berbeda?

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Chelsea memiliki nasib yang berbeda dengan Manchester United meskipun sama-sama berganti pelatih pada bursa transfer Januari.

Bursa transfer Januari lalu jadi salah satu titik yang menentukan bagi Man United dan Chelsea. Tepat pada pergantian tahun, Chelsea memecat Enzo Maresca pada 1 Januari. Empat hari berikutnya, giliran MU mendepak Ruben Amorim.

Setelah itu Chelsea langsung merekrut Liam Rosenior kurang dari sepekan usai memecat Maresca. Sementara MU bergerak sedikit lebih lambat sebelum mengembalikan Michael Carrick ke posisi caretaker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan posisi pelatih sementara itu yang tampaknya ikut jadi penentu nasib Chelsea dan Man United saat ini.

Bersama Rosenior, Chelsea masih memainkan pertandingan di Piala Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, dan Liga Inggris. Sebelumnya akhirnya tersingkir dari Piala Liga dan Liga Champions. Sementara Carrick hanya tampil di Premier League.

Beban kerja Rosenior lebih berat ketimbang Carrick yang hanya fokus pada Liga Inggris. Karena itu juga The Red Devils bisa dapat hasil lebih bagus saat ini.

Selain itu, Carrick juga mengubah satu hal yang memberikan dampak signifikan bagi permainan MU sejauh ini. Yakni, mendorong Bruno Fernandes lebih ke depan.

Sebelumnya, Ruben Amorim senang memainkan Fernandes di depan bek tengah. Penempatan itu dianggap membatasi ruang gerak Fernandes, terutama dalam serangan.

Saat ditangani Amorim, Bruno mencetak 5 gol dan memberikan 7 assist. Namun ketika dilatih Carrick, Bruno mencetak 3 gol dan memberikan 10 assist.

Ketika MU menggila, The Blues justru merana. Chelsea kehilangan banyak pemain utama dalam beberapa laga terakhir, sementara kedalaman skuad kurang mumpuni.

Absennya Joao Pedro tidak bisa ditutupi oleh Alejandro Garcacho atau Liam Delap. Kehebatan Malo Gusto di bek kanan juga tidak sebagus Reece James.

Yang lebih parah, duet Enzo Fernandez dan Moises Caicedo tidak bisa membuat lini tengah The Blues solid guna bisa mengontrol permainan.

Tidak heran jika permainan MU yang lebih stabil membuat Bryan Mbeumo dan kawan-kawan relatif 'lebih menikmati' Liga Inggris ketimbang Chelsea.

Saat ini MU unggul 10 poin atas Chelsea. MU juga di ambang lolos ke Liga Champions musim depan, sementara Chelsea terancam gagal tampil di level elite.

[Gambas:Video CNN]

(sry/jal)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |