CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 08:50 WIB
Ilustrasi. Berikut renungan peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga dan refleksi hidup bagi umat Kristen dan Katolik. (iStockphoto/Delmaine Donson)
Jakarta, CNN Indonesia --
Umat Katolik dan Kristen akan menyambut peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke surga setelah 40 hari kebangkitan-Nya.
Renungan kenaikan Tuhan Yesus ke surga mengajak umat untuk meneladani para murid Yesus yang menyambut kenaikan-Nya dengan penuh sukacita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski perpisahan selalu dikaitkan dengan kesedihan, tidak demikian dengan murid Yesus. Mereka merasakan sukacita hadir berkat rasa percaya akan penyertaan Yesus melalui Roh Kudus di mana pun mereka berada.
Renungan kenaikan Yesus ke surga
Mengutip buku Renungan Katolik Bulan Mei 2026 oleh Yohanes Rifai Alwan, ada sejumlah bacaan dan Injil yang menggambarkan peristiwa kenaikan Yesus ke surga.
Misalnya saja, bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 1: 1-11. Setelah itu akan dilanjutkan dengan bacaan kedua yakni Efesus 1: 17-23.
Dari kedua bacaan yang biasanya dibawakan oleh lektor di gereja tersebut dapat menjadi bahan renungan kenaikan Yesus ke surga.
Kemudian, Romo akan membacakan Injil Matius 28:16-20. Berikut isinya:
"Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata:
"Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dari bacaan-bacaan di atas, dapat disimpulkan menjadi bahan renungan umat Katolik. Hari Raya Kenaikan merupakan perayaan kemenangan dan harapan. Yesus tidak meninggalkan kita, tetapi menempatkan kemanusiaan kita di hadapan Allah untuk selamanya. Ia adalah Kepala, kita adalah tubuh-Nya.
Bacaan kedua pun menegaskan betapa mulia panggilan kita sebagai bagian dari tubuh Kristus yang dimuliakan. Injil memberikan amanat agung (the Great Commision) kepada gereja: "Karena itu pergilah!" Perintah ini didasarkan pada kedaulatan-Nya dan dijamin dengan janji penyertaan-Nya yang kekal.
Pada Kamis Legi, kita diutus untuk memulai karya missioner dengan sukacita dan harapan. Kenaikan Yesus ke surga juga bertepatan dengan bulan Maria yang biasa dilakukan dengan berdoa rosario.
Doa rosario membawa umat Katolik merenungkan seluruh misteri hidup Kristus, dari inkarnasi hingga kenaikan, untuk menguatkan iman kita dalam perutusan.
Refleksi hidup
Dari bacaan juga bahan renungan di atas, Anda dapat merefleksikannya sebagai berikut:
1. Apakah hidupku mencerminkan sukacita dan harapan karena Tuhanku telah menang dan memuliakan kemanusiaan? Atau aku masih hidup dalam ketakutan dan keputusasaan?
2. "Karena itu pergilah!" Kalimat itu ditujukan juga kepada diri kita sendiri. Di lingkungan seperti keluarga, tempat kerja, media social, pribadi kita dipanggil untuk "pergi" dan menjadikan orang lain murid Kristus, bukan dengan kata-kata saja tetapi dengan hidup yang mengajar?
3. Bagaimana janji penyertaan Yesus "sampai akhir zaman" memberiku keberanian untuk menghadapi tantangan dalam hidup dan perutusan imanku? Bagaimana doa Rosario dapat mengingatkanku akan penyertaan-Nya dalam setiap misteri kehidupan?
Demikian renungan kenaikan Yesus ke surga dan bahan refleksi yang bisa Anda resapi di rumah. Semoga bermanfaat!
(glo/fef)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
6

















































