Putin Dukung Mojtaba Khamenei yang Terpilih Jadi Pemimpin Baru Iran

6 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan terhadap Mojtaba Khamenei, yang terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi baru Iran pada Senin (9/3). 

Dalam pesan yang dikirim ke Mojtaba, Putin berjanji akan terus memberi dukungan ke pemimpin Iran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin menegaskan kembali dukungan teguh kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami," kata Putin dalam pesan kepada Mojtaba, dikutip AFP.

Putin juga menyatakan Rusia sudah dan akan terus menjadi mitra yang bisa diandalkan bagi Iran. Presiden Rusia tersebut turut memuji Mojtaba dan nasib Iran di masa depan.

"Di saat Iran menghadapi agresi bersenjata, masa jabatan Anda di posisi tinggi ini tidak diragukan lagi akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar," ungkap Putin.

Rusia memiliki hubungan yang dekat dengan Iran. Relasi keduanya kian erat saat Negeri Beruang Merah meluncurkan invasi ke Ukraina.

Iran dilaporkan turut membantu Rusia dengan mengirim atau menjual senjata ke negara tersebut. Tak cuma Rusia, negara yang punya hubungan dekat dengan Iran juga memberi tanggapan usai Mojtaba terpilih.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan pemilihan pemimpin baru merupakan urusan internal Iran.

"Ini adalah keputusan pihak Iran berdasarkan konstitusinya," kata Guo saat konferensi pers pada Senin, dikutip AFP.

Dia juga mengatakan China menolak segala intervensi atau serangan satu pihak terhadap negara lain.

"China menolak segala campur tangan urusan dalam negara lain dengan dalih apapun, dan kedaulatan, keamanan Iran, serta wilayah Iran yang harus dihormati," imbuh Guo.

Mojtaba naik tampuk kekuasaan usai Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi Amerika Serikat dan Israel ke negara itu pada 28 Februari.

Dalam misinya meluncurkan operasi di Iran, Presiden Donald Trump menegaskan keinginannya untuk mengganti rezim di negara tersebut.

Namun, kepemimpinan ulama Iran telah mengakar kuat sehingga sulit digoyah.

(isa/dna)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |