PSSI Masih Ingin Larang Suporter Tandang Lagi Musim Depan

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI masih mempertimbangkan aturan larangan suporter tandang pada musim depan lantaran beberapa kerusuhan yang terjadi pada musim ini.

Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, membeberkan alasan sampai sekarang belum membuka larangan suporter menemani klub kesayangannya bertamu lantaran tindakan-tindakan rusuh.

"[Larangan suporter bertandang] untuk musim depan? Ya kalau perilakunya tetap seperti ini menerus-menerus ya jangan salahkan federasi lagi ketika itu diterapkan gitu. Karena kita enggak bisa disiplin dan enggak bisa menunjukkan bahwa kita mampu. Kan malu ya kita setiap saat lempar-lemparan, kursi aja dibongkar-bongkar gitu kan," ucap Arya, Jumat (6/3) petang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya menyatakan PSSI membutuhkan bukti suporter di lapangan bersikap positif untuk mencabut larangan tandang yang sudah diberlakukan dalam dua tahun terakhir selepas tragedi Kanjuruhan.

"Saya juga kemarin tuh kan ada tuh, satu pertandingan away ya bagus antara suporter, terus saya ditanya, ada yang nanya sama saya, 'Ini bagus nih, ayo dong buka away-nya' gitu ya. Ternyata itu hanya satu gitu, kan ini menyangkut nyawa gitu lho," kata Arya.

"Ya kita berharap suporter, teman-teman suporter bisa ini lah... ingat lho kita ini selalu janji kita ketika masuk stadion itu kan nonton. Misalnya baju putih, ya keluar juga baju putih. Jangan ada warna ininya yang lain, gitu yang membuat kita jadi celaka. Udah lah, ngapain sih kita harus ada korban-korban lagi gitu. Emosi yang ada di situ terus, ngapain gitu, itu jadi pertanyaan kita juga. Makanya sampai sekarang kami masih tetap bikin larangan away."

Arya juga menjelaskan saat ini PSSI sedang memantau kondisi di Super League dan Liga 2 menjelang akhir musim, yang disebut sebagai kondisi rawan lantaran persaingan gelar juara, promosi, dan degradasi.

"Nah ini kami lagi diskusi yang ketat nih, Pak Rudi [Yulianto] dari keamanan juga sangat ketat untuk melakukan diskusi untuk membicarakan lebih detail mengenai kondisi inilah. Sekarang menuju akhir-akhir liga ini, agak rawan memang. Baik Liga 1 maupun Liga 2. Liga 2 karena masalah promosi kan. Liga 1 ketat banget di atas. Jadi di bawah pun ketat, di atas pun ketat gitu lho. Maksudnya yang ke atas yang mau juara, yang di bawah yang mau degradasi. Jadi harus ada perhatian khusus gitu," tukas Arya.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |