Produksi Minyak PHE Turun Imbas Bocor Gas-Perang Timur Tengah

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat produksi minyak hingga April 2026 sebesar 475 ribu barrel oil per day (BOPD). Realisasi ini turun dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Awang Lazuardi mengatakan penurunan produksi terjadi baik untuk internasional maupun domestik.

Untuk produksi minyak dalam negeri tercatat sebesar 367 ribu barel per hari per April, angka ini turun karena kebocoran di Blok Rokan. Padahal, gas sangat dibutuhkan untuk melakukan produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di awal tahun terutama di blok kita yang di Rokan mengalami kendala suplai gas karena adanya masalah integritas atau kebocoran di pipa transportasi Gas Indonesia atau TGI yang sempat berlangsung lebih dari 20 hari, itu yang menyebabkan average produksi minyak kita terutama di Rokan cukup menurun cukup tajam," ujar Awang di Komisi XII DPR RI, Senin (25/5).

Selain itu, penurunan produksi juga disebabkan oleh wilayah kerja PHE yang bekerja sama dengan ExxonMobil terkendala infrastruktur fasilitas produksi gas.

"Selain itu juga untuk yang domestik di salah satu Wilayah Kerja kita yang bekerja sama dengan ExxonMobil sekarang mengalami kendala terkait dengan isu peningkatan produksi gas dengan keterbatasan fasilitas yang ada di Banyu Urip," jelasnya.

Begitu juga dengan kondisi eksternal, produksi turun terimbas pecahnya perang di Timur Tengah. Sebab, kilang yang ada di Irak harus ditutup sementara.

"Untuk yang internasional, dengan adanya perang antara AS-Israel dan Iran kita punya lapangan di Irak namanya West Qurna, beberapa hari setelah perang pemerintah Irak meminta lapangan tersebut harus dimatikan, di situ kita kehilangan sekitar 100.000 bopd," terangnya.

Menurut Awang, saat ini kilang di Irak sudah beroperasi kembali, namun baru 10 persennya saja untuk memenuhi kebutuhan di sana.

"Sekarang produksi sudah diizinkan tapi belum full hanya kurang dari 10 persen hanya untuk memenuhi kebutuhan di internal Irak, jadi belum kembali seperti semula. Itulah tantangan kami yang kami hadapi pada kuartal I 2026," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |