CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 23:10 WIB
Para pemilik bioskop di Amerika menolak merger Paramount dan Warner Bros. Discovery karena yakin pengaruhi jumlah film di bioskop. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Organisasi perdagangan pemilik bioskop, Cinema United, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana merger raksasa antara Paramount dan Warner Bros. Discovery (WBD).
Presiden sekaligus CEO Cinema United Michael O'Leary memperingatkan konsolidasi studio berskala besar semacam ini hanya akan berdampak buruk bagi industri layar lebar, terutama terkait jumlah produksi film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah bersikap jelas sejak awal mengenai kekhawatiran kami seputar konsolidasi, dan tidak ada hal yang terjadi dalam 36 jam terakhir yang mengubah hal itu," kata O'Leary seperti diberitakan Deadline, Jumat (27/2).
"Konsolidasi studio secara historis menyebabkan lebih sedikit film yang diproduksi, dan pada titik ini, tidak ada alasan untuk meyakini bahwa hasilnya di sini akan berbeda."
"Kami terus mendesak regulator untuk memperhatikan pelajaran dari masa lalu," tegas O'Leary.
Pernyataan resmi ini muncul sebagai respons setelah Paramount mengonfirmasi detail kesepakatan senilai US$110 miliar tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Paramount berupaya meredam kekhawatiran dengan menjanjikan investasi pada mesin kreatif kedua studio dan berkomitmen memproduksi setidaknya 15 film teatrikal per tahun dari masing-masing studio.
Namun, janji untuk merilis total 30 film setahun itu diragukan oleh banyak pihak di industri.
Secara logistik, sulit bagi satu entitas gabungan untuk mengatur jadwal tayang agar film-film tentpole (unggulan) mereka tidak saling berbenturan di kalender rilis yang terbatas.
Penolakan ini disampaikan setelah para pemilik bioskop juga menentang keras wacana merger WBD dengan Netflix karena kekhawatiran akan pemangkasan jendela tayang bioskop.
Hal itu juga yang nantinya diyakini bakal memengaruhi jumlah kunjungan orang-orang ke bioskop.
Meski merger dengan Paramount dianggap lebih "tradisional" dibandingkan Netflix, ketakutan akan penurunan volume produksi tetap menjadi momok utama, apalagi saat ini banyak produksi AS yang mulai beralih ke luar negeri demi insentif pajak.
Cinema United sendiri sedianya dijadwalkan hadir dalam dengar pendapat antimonopoli di Senat pekan depan, namun agenda tersebut dibatalkan menyusul perubahan arah akuisisi WBD dari Netflix ke Paramount.
(chri)

4 hours ago
2
















































